Nur Alam
Gubernur Sultra, Nur Alam, usai melantik Bupati dan Wakil Bupati Muna masa jabatan 2016-2021.

Kabarkendari.com – Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam melantik dan mengambil sumpah jabatan Bupati dan Wakil Bupati Muna masa jabatan 2016-2021.

Pasangan LM Rusman Emba-Malik Ditu dilantik di Bahteramas Hall, Kantor Gubernur Sultra, Kompleks Bumi Praja Anduonohu, Kendari, Jumat 2 September 2016.

Pelantikan yang sempat diwarnai insiden adu mulut antara tamu undangan dengan Polisi Pamong Praja atau Pol-PP ini sempat molor 1,5 jam. Sedianya, pelantikan dilakukan pada pukul 09.30 Wita, namun baru bisa terlaksana sekitar pukul 11.00 Wita.

Nur Alam masuk di ruang pelantikan bersama-sama dengan pasangan LM Rusman Emba-Malik Ditu. Sementara, Wagub Sultra Saleh Lasata bersama dengan beberapa pejabat forum komunikasi pimpinan daerah lebih duluan masuk ke ruanga.

Nur Alam sempat kesulitan mencapai pintu utama untuk masuk dalam ruangan lantaran banyak tamu undangan yang berdiri di depan pintu. Untungnya puluhan Satpol-PP sigap memberikan akses masuk terhadap gubernur, meski dalam keadaan berdesak-desakan.

Saat memberikan sambutan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Muna, Nur Alam hanya berbicara seputar materi pelantikan yang singkat dan sederhana, tidak sampai meminta saling mendoakan seperti saat melantik Pj Bupati Bombana.

Nur Alam hanya menyampaikan agar masyarakat Muna tidak lagi membentuk kubuan-kubuan. Dia berharap, agar masyarakat bersatu untuk membangun Muna lima tahun ke depan di bawah kepemimpinan LM Rusman Emba-Malik Ditu.

“Kalau kita tidak berpikir seperti itu maka seterusnya negeri kita ini hanya akan terdegradasi dan tereksploitasi oleh ketidakmampuan kita menjaga negeri tercinta. Itulah harapan saya,” ujar Nur Alam dalam sambutannya di depan ribuan tamu undangan.

Saat awak media meminta untuk wawancara, Nur Alam tidak mau mengeluarkan sepata kata pun. Dia hanya melambaikan tangan sambil tersenyum menuju ke kendaraannya dengan pengawalan ketat dari Satpol-PP.

Sebelum dimulai pelantikan, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Hak Asasi Manusia, La Ode Alfan sempat berteriak-teriak di hadapan puluhan Pol-PP.

Dia mengatakan, banyaknya tamu undangan yang tidak kedapatan tempat duduk diakibatkan dari pihak Pemorov Sultra yang belum siap melaksanakan pelantikan.

Menurut Alfan, seharusnya Pemprov Sultra memikirkan masyarakat Muna yang rela menyewa kapal datang ke Kendari untuk menyaksilan pelantikan, namun pada akhirnya banyak undangan yang melewatkan momen tersebut.

“Di sini itu mereka datang menyaksikan, melihat langsung pelantikan tapi malah dihalang-halangi,” teriaknya dengan nada kesal.

Pelantikan itu tidak dihadiri Penjabat atau Pj Bupati Muna, Zayat Kaimoeddin. Kabarnya pria yang akrab disapa Derik ini tertahan di Bandara Makassar akibat pesawat yang ditumpanginya mengalami delay.

Penulis : La Ode Kasman
Editor   : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...