Ustaz Zezen Zainal Mursalin
Ustaz Zezen Zainal Mursalin. (KABARKENDARI/KASMAN)

Kabarkendari.com – Hari raya Idul Adha disebut juga sebagai Hari Raya Kurban. Setiap kali hari itu muslim dipenjuru dunia melakukan kurban berupa pemotongan ternak. Umumnya sapi, kambing atau domba. Bagi ummat muslim yang hendak menyembelih hewa kurban sebaiknya memiliki pengetahuan tentang syariat berkurban.

Direktur Islamic Center Muadz Bin Jabal, Ustaz Zezen Zainal Mursalin, mengatakan penyembelihan itu harus sesuai dengan syariat dan bebas dari empat kecatatan, seperti yang telah disebutkan Nabi Muhammad SAW. Hewan kurban tidak buta matanya, tidak pincang, tidak kurus kering dan tidak memiliki penyakit yang dapat berpengaruh pada daging.

Selain itu, kata ustaz Zezen, kriteria hewan kurban yang bisa disembelih itu dilihat dari segi penyembelihnya dan tata cara melakukan penyembelihan. Penyembelihnya itu harus seorang muslim yang baik.

“Kecacatan itu bersifat umum, yang namanya cacat itu tidak bisa dan apabila kecacatan dalam bentuk lain maka hukumnya makruh tetapi tetap sah. Misalnya, pada telinga yang robek atau tanduk yang retak itu dimakruhkan,” jelas Ustaz Zezen.

Zezen menjelaskan, jika hewan cacat setelah dinobatkan atau diniatkan sebagai hewan kurban itu juga masih tetap diperbolehkan. Macam seseorang telah membeli hewan dengan niat untuk dikurbankan, tetapi sebelum disembelih tiba-tiba kakinya patah karena menginjak lubang.

“Itu berarti tanpa unsur kesengajaan mengalami patah kaki, itu tetap boleh dijadikan hewan kurban karena takdir yang menghendakinya,” terangnya.

Penulis : La Ode Kasman
Editor   : Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...