Pertumbuhan Ekonomi Sultra
Daniel Agus Prasetyo, Analis Ekonomi Bank Indonesia (BI) Sultra. (KABARKENDARI/KASMAN)

Kabarkendari.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara mencatat, kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) pada 2016 menurun jika dibandingkan dengan tahun 2015.

Pada triwulan II 2016 NPL yang terjadi pada bank umum sebesar 2,48. Angka tersebut juga menurun bila dibandingkan dengan NPL triwulan I 2016 yakni sebesar 2,61 persen. NPL terbesar terjadi pada triwulan II 2015 yang mencapai 3,06 persen.

Analis Ekonomi Kantor Perwakilan BI Sultra, Daniel Agus Prasetyo mengakui, menurunnya NPL terjadi karena adanya penguatan ekonomi. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi pada pada 2016, membuat kualitas kredit semakin membaik.

“Di akhir tahun 2015 NPL 2,45 persen, tapi pada 2015 pernah NPL 3,06 terjadi pada triwulan II. Jadi kalau sekarang 2,48 mulai turun, artinya dari 100 kredit yang disalurkan bank umum hanya ada 2,48 persen yang bermasalah,” terangnya.

Daniel mengungkapkan, penyaluran kredit di Sultra paling besar terjadi pada sektor konsumsi yang mencapai 67,5 persen. Dan dari 67,5 persen tersebut paling besarnya multi guna yakni KPR KKB, alat rumah tangga, dan modal kerja.

BACA JUGA: OJK Sultra Pantau Realisasi Penyaluran KUR

“NPL multi guna tidak terlalu besar malah sangat kecil 0,45 persen, yang paling besar NPL itu modal kerja yang mencapai 8,28 persen. Sementara investasi 0,88 persen,” ungkapnya.

Sedangkan untuk perusahaan membangun investasi, kontruksi, beli mobil dan lain-lain masih relatif bisa bayar. Karena menurut dia, sudah punya dana duluan sehingga pembayaran tidak pernah telat. Daniel menuturkan, NPL modal kerja paling tinggi berada pada sektor pertambangan.

“Jadi modal kerja risiko meningkat pada pertambangan, sebaba pada tahun-tahun sebelumnya menjadi meningkat NPL-nya karena di awal tahun harga rendah dan mulai meningkat pada triwulan III 2015,” tuntasnya.

Penulis: La Ode Kasman
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...