KPU Sultra
Anggota KPU Sultra, Andi Sahibuddin. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Tenggara telah mengidentifikasi adanya mutasi pemilih dari Kabupaten Muna ke Muna Barat. Informasi adanya mutasi pemilih diperoleh dari KPU Muna Barat.

Anggota KPU Sultra Andi Sahibuddin mengatakan, pihaknya baru saja mendapatkan informasi dari KPU Muna Barat bahwa diduga ada mutasi penduduk yang cukup banyak. Namun pihaknya belum mengetahui secara persis jumlahnya.

Mutasi pemilih ini diketahui saat panitia pemutakhiran data pemilih atau PPDP melakukan pencocokan dan penelitian di lapangan. Diperkirakan, jumlah coklit itu melebihi data DPT hasil sinkronisasi pada Pilpres.

“Makanya, saat ini kita data dulu apakah nanti mereka ini bisa dimasukan sebagai DPT atau tidak,” katanya.

BACA JUGA: DPT Menjadi Masalah Penting Pilkada Serentak 2017 di Sultra

Untuk menghindari mutasi pemilih disebabkan mobilisasi dengan maksud memenangkan salah satu pasangan calon, pihaknya meminta KPU Kabupaten Muna Barat untuk melakukan verifikasi. KPU Sultra juga akan konsultasikan hal ini ke KPU RI.

“Kalau dulu, aturannya enam bulan sebelum penetapan DPS sudah harus bertempat tinggal disitu. Sekarang sudah tidak ada lagi aturan tersebut baik dalam PKPU maupun Undang-Undang Pilkada Nomor 10 Tahun 2016,” jelasnya.

Untuk itu, kata Andi, bisa saja mutasi karena pemilih benar-benar memiliki hak suara di Muna Barat. Dapat dibuktikan dengan surat keterangan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil atau memiliki KTP elekteronik.

“Memang, memungkinkan mereka ini dimasukan dalam DPT selama memiliki identitas jelas. Kalau untuk kepentingan politik, maka KPU harus identifikasi ulang,” jelasnya.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...