Bawaslu Sultra
Ketua Bawaslu Sultra, Hamirudin Udu. (FOTO:Facebook.com)

Kabarkendari.com – Panitia Pengawas Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Bombana mengeluarkan rekomendasi agar digelar pemungutan suara ulang pada lima tempat pemungutan suara di Kabupaten Bombana.

Ketua Bawaslu Sultra Hamiruddin Udu mengatakan, rekomendasi Panwaslih ini sudah keluar sejak 17 Februari 2017, namun tidak ditindaklanjuti oleh Komisi Pemilihan Umum atau KPU setempat.

“Panwas sudah rekom lima TPS di Bombana,” ungkap Hamiruddin, Senin 20 Februari 2017.

Dia menyebut, lima TPS yang direkomendasikan adalah TPS 1 Lemo, TPS 1 Larete, TPS 2 Larete dan TPS 1 Lamoare Kecamatan Poleang Tenggara. Satunya lagi TPS 2 Desa Tahi Ite Kecamatan Rarowatu Utara.

Menurut Hamiruddin, rekomendasi PSU atas dasar dugaan pelanggaran terhadap Undang-Undang Pilkada Nomor 1 Tahun 2015 Pasal 112.

Empat TPS diduga terjadi pelanggaran karena dilakukan pembukaan kotak suara tanpa prosedur.

“TPS yang dibuka kotak suara adalah TPS 1 Lemo, TPS 1 Larete, TPS 2 Larete dan TPS 1 Lamoare dan kejadiannya di sektretariat Kecamatan Poleang Tenggara. Pembukaan kotak di PPK tidak sesuai prosedur dalam UU dan PKPU. Makanya, berdasarkan aturan maka harus digelar PSU,” katanya.

Di TPS 2 Rarowatu, digelar PSU karena ada dua orang warga Rarowatu memilih lebih dari satu kali.

“Pasal 112 ayat 2 huruf d maka PSU harus dilakukan. Panwas Bombana terima laporan itu, maka pada 17 Februari malam, Panwas langsung merekomendasikan ke KPU,” jelasnya.

Namun demikian, rekomendasi yang disampaikan oleh Panwaslih Bombana, tidak diindahkan oleh KPU Bombana.

“Sampai sekarang belum dilaksanakan oleh KPU,” Tutur Hamiruddin.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...