Kasus Nur Alam
Sejumlah penyidik KPK sedang melakukan penggeledahan di kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Selasa 23 Agustus 2016. (KABARKENDARI/SUWARJONO)

Kabarkendari.com – Saat ini penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK sementara melakukan pemeriksaan dan penggeledahan di Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara dan rumah pribadi Gubernur Sultra Nur Alam.

Ada beberapa ruangan yang digeledah penyidik KPK yakni ruang kerja Gubernur Sultra H. Nur Alam, ruang Kepala Biro Hukum Pemprov Sultra dan ruang penyimpanan data biro hukum.

Selain mengamankan beberapa dokumen, tim penyidik KPK menyita hardisk empat unit komputer milik Biro Hukum Pemprov Sultra yang diduga berisi data-data penting untuk kepentingan penyelidikan kasus yang menimpa Nur Alam.

Barang tersebut tampak disimpan dalam lembaran kertas amplop berwarna coklat dan ditenteng keluar dari ruang Kepala Biro Hukum Pemprov.

Seorang PNS bernama Indri yang menjadi staf di ruang Biro Hukum Pemprov membenarkan, alat itu diambil dan akan dibawa sebagai barang bukti. Ia tidak mengetahui pasti apa isi dari hardisk itu karena tidak berasal dari komputer tempat kerjanya.[irp posts=”3139″ name=”Rumah Nur Alam Digeledah KPK, Mobil Ketua DPRD Merapat”]

“Saya tidak tahu juga. Saya tidak pernah pakai itu komputer. Iya, mereka ambil katanya mau jadi bukti. Saya tidak tahu bukti apa yang pasti dibawa,” kata Indri.

Saat ini pemeriksaan dan penggeledahan masih berlangsung. Nampak suasana tegang dari seluruh pejabat dan PNS pemprov melihat tindakan dari para penyidik KPK.

Dalam melakukan pemeriksaan, penyidik KPK nampak didampingi Kepala Biro Humas Pemprov Sultra, Kusnadi. Sebagian PNS tidak ada yang berani mendekati area pemeriksaan. Beberapa personel dari Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara dan Pol PP Sultra melakukan pengamanan.

“Jangan difoto. Tolong PNS masuk kerja semua saja. Jangan terlalu memperhatikan ini,” kata salah seorang Pol PP.

Sementara itu Kepala Biro Humas Pemprov Sultra Kusnadi belim bisa memberikan keterangan terkait hal ini. Namun diduga KPK melakukan pemeriksaan dan penggeledahan terkait kasus TPPU yang diduga dilakukan oleh Nur Alam.

Penulis: Egi
EditorĀ  : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...