KPK Periksa Empat Saksi di Polda Sultra
Suasana di depan gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Mapolda Sultra, 24 Agustus 2016. (KABARKENDARI/SUWARJONO)

Kabarkendari.com – Sejak Selasa 23 Agustus 2016 berada di Kendari, Sulawesi Tenggara, penyidik KPK sudah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus dugaan korupsi pertambangan yang melibatkan Gubernur Sultra Nur Alam, di Mapolda Sultra.

Pada Kamis pagi ini 25 Agustus 2016, KPK baru memeriksa empat saksi, yakni, mantan Kepala Dinas Kehutanan Sultra Amal Jaya, seorang staf di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM Sultra Wa Umi Ndohae, seorang staf Dishut Sultra Sahir, dan Direktur PT Untung Anaugi Abraham. Mereka diperiksa terkait kasus Nur Alam dalam penerbitan IUP PT AHB. Keempatnya terlihat tiba di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Mapolda Sultra.

Hingga pukul 11.17 Wita, keempatnya masih menjalani pemeriksaan. Tidak diketahui materi pemeriksaan karena berlangsung tertutup, diawasi oleh dua anggota Satuan Sabara Polda Sultra berseragam lengkap dan bersenjata. Tidak ada yang bisa memasuki ruang penyidikan kecuali anggota Ditreskrimsus yang menjalankan tugasnya sepeeti biasa. Data yang diperoleh kabarkendari.com, sejak pertama memulai pemeriksaan, sudah 12 saksi yang diperiksa termasuk empat saksi yang diperiksa pagi ini.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Polisi Sunarto yang dikonfirmasi terkait pemeriksaan KPK hari ini enggan memberikan komentar.

Hanya saja, Narto mengakui, tim penyidik KPK yang dipimpin Novel Baswedan sedang melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Narto mengaku tidak mengetahui terkait kasus apa.

“Iya memang ada pemeriksaan KPK di sini (Polda Sultra) hanya saja kami tidak tahu terkait kasus apa. Mereka hanya meminjam ruangan Ditreskrimsus untuk melakukan pemeriksaan,” katanya.

Pemeriksaan KPK ini masih sama seperti pada Rabu 24 Agustus 2016 kemarin. Para penyidik KPK dipimpin langsung penyidik senior KPK Novel Baswedan. Mantan perwira polisi ini saat diwawancarai pada Rabu kemarin, membenarkan bahwa pemeriksaan ini terkait pengusutan kasus Nur Alam.

“Ini terkait dengan kasus penerbitan izin pertambangan PT AHB. Masih pemeriksaan saksi-saksi. Tunggu ajah yah,” katanya sambil berjalan menaiki tangga Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sultra, Rabu 24 Agustus 2016.

Penulis : Kamarudin
Editor   : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...