Dinas ESDM Sultra
Suasana penggeledahan di Kantor Dinas ESDM Sultra oleh Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, Selasa 23 Agustus 2016. (KABARKENDARI/KASMAN)

Kabarkendari.com – Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK tidak hanya menggeledah kantor dan kediaman Gubernur Sultra Nur Alam, melainkan juga mengobok-obok Kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM Sultra.

Di sana, komisi antirasuah menggeledah ruang kerja Kepala Dinas ESDM Sultra Burhanuddin dan ruang kerja Bidang Mineral dan Batu Bara di instansi tersebut. Selang beberapa saat dilakukan penggeledahan, Burhanuddin terlihat keluar dari ruangannya dan langsung pergi mengendarai mobil dinasnya bernomor polisi DT 37 sekitar pukul 14.30 Wita. Di dalam mobil, mantan Pj Bupati Konawe Kepulauan ini hanya ditemani seorang sopir.

Selanjutnya penyidik KPK melakukan penggeledahan ke ruang Bidang Mineral dan Batu Bara Dinas ESDM Sultra. Di depan pintu ruangan yang tertutup dijaga lima anggota Direktorat Sabhara Polda Daerah Sultra masing-masing bersenjata lengkap laras panjang.

Awalnya, hanya ada lima penyidik yang melakukan penggeledahan, namun sekitar pukul 15.05 Wita datang lagi tujuh orang penyidik, salah seorang di antaranya membawa satu koper hijau ukuran sedang. Dari balik kaca pintu ruang penggeledahan, setiba dalam ruang, koper itu langsung dibuka dan diisi dengan sejumlah dokumen.

Di dalam ruangan puluhan penyidik terlihat sibuk mencari sejumlah dokumen yang dibutuhkan. Sejumlah staf kantor ESDM menyaksikan acara penggeledahan. Sekitar pukul 15.55 Wita datang lagi satu penyidik menenteng satu boks plastik.

Suaib, salah seorang staf Dinas ESDM mengaku tidak mengetahui ada KPK yang akan melakukan penggeledahan. Pasalnya, pagi hari puluhan staf berada di salah satu hotel untuk menghadiri kegitan Workshop Social Responsibility atau CSR.

“Tida ada yang tau penyidik KPK datang, karena tadi banyak staf masih berada di hotel,” jelas Suaib.

Penulis: La Ode Kasman
Editor  : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...