Kota Kendari
Kota Kendari (KABARKENDARI/Suwarjono)

KabarKendari.com- Cuaca masih terang-terang tanah. Bias Mentari perlahan menembus kabut tipis yang menggelantung dan menyelimuti Kota Kendari. Sensasi itu dapat kita temukan dari puncak Tugu Religi, Simbol Kota Kendari, yang berdiri kokoh tepat di jantung kota.

 

rumah warga mulai nampak karena awan mulai bergerak hilang
rumah warga mulai nampak karena awan mulai bergerak hilang. (KABARKENDARI/Suwarjono)

 

Tak perlu jauh-jauh berburu sunrise dan memacu adrenalin sekaligus. Datanglah ke puncak Tugu Religi diwaktu pagi dan nikmati segala keindahan yang tersaji. Bila perlu siapkan kamera untuk mendokumentasi keajaiban alam tersebut.

 

seorang warga tidak mau melepas pandangan saat awan mulai pergi karena matahari telah muncul
seorang warga tidak mau melepas pandangan saat awan mulai pergi karena matahari telah muncul. (KABARKENDARI/Suwarjono)

 

teluk kendari nampak diselimuti awan
teluk kendari nampak diselimuti awan. (KABARKENDARI/Suwarjono)

 

Untuk menghindari dingin yang merasuk hingga kedalam tulang, sebaiknya gunakan pakaian yang dapat memberikan kehangatan. Sekira pukul 05.30 Wita mega nan putih perlahan berarak menyelimuti Kota Lulo.

 

keindangan saat awan tepat berada di atas pohon trambesi
keindangan saat awan tepat berada di atas pohon trambesi. (KABARKENDARI/Suwarjono)

 

 

Kumpulan awan menutupi pegunungan dan rumah serta pepohonan
Kumpulan awan menutupi pegunungan dan rumah serta pepohonan. (KABARKENDARI/Suwarjono)

 

Sejuk kabut tipis terasa dari embun yang ditinggalkan pada kelopak mata atau bagian tubuh lain yang terbuka. Udara segar senantiasa membuat betah berlama-lama diatas puncak Tugu Religi.

 

Dua pemuda menikmati awan dan sunrice dari atas ketinggian menara tugu persatuan MTQ Square
Dua pemuda menikmati awan dan sunrice dari atas ketinggian menara tugu persatuan MTQ Square. (KABARKENDARI/Suwarjono)

 

seorang fotografer mengabadikan pergeseran awan sejak awal turun hingga hilang
seorang fotografer mengabadikan pergeseran awan sejak awal turun hingga hilang. (KABARKENDARI/Suwarjono)

 

Keajaiban alam belum berakhir. Fajar dengan sinar keemasan mengintip malu dari balik gunung yang menghampar di ufuk timur.

Penulis: Gendis

Fotografer : Suwarjono

Facebook Comments
loading...