Kasus Tambang Ilegal Koperasi Buton Bersinar
Pimpinan Koperasi Buton Bersinar, Rustam Zumura kembali diperiksa di kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara. (KABARKENDARI/Egi)

Kabarkendari.com – Dalam aktivitasnya melakukan penambangan, Koperasi Buton Bersinar ternyata sudah menjual 1.000 ton aspal dari hasil tambang illegal. Pimpinan perusahaan tersebut Rustam Zumura telah ditetapkan tersangka dalam kasus tambang di luar IUP perusahaan.

“Hasil pemeriksaan sudah ada seribu ton yang dihasilkan namun sudah dijual. Tidak mungkin kami mau mengejar yang telah dijual itu. Karena pastinya sudah digunakan juga. Masih ada sisa aspal yang belum sempat dijual, dan itu akan menjadi barang bukti,” jelas Kepala Sub Direktorat IV Tindak Pidana Tertentu, Ajun Komisaris Besar Polisi Hartono, Rabu 28 September 2016.

Kepada Kabarkendari.com, Hartono mengungkapkan, pihaknya sementara menyelidiki keterlibatan pihak lain. Namun ketika ditanya apakah pihak yang didalami ini termasuk pembeli aspal yang terbukti ilegal, Hartono enggan berkomentar.

BACA JUGA: Kasus Tambang Koperasi Buton Bersinar Masuk Tahap Satu

“Belum tentu juga. Kita lihat saja nanti siapa yang akan ditetapkan tersangka lanjutan. Jangan berandai-andai dulu. Soal pembeli aspal juga belum tentu membeli secara ilegal. Mungkin ada surat-surat atau semacamnya. Nanti kita lihatlah,” katanya sambil tertawa.

Apakah pembeli aspal akan diperiksa? Menjawab hal ini Hartono mengalihkan pembicaraan dan mengatakan bahwa kasus ini baru satu tersangka yakni Rustam Zumura.

“Jangan terburu-buru. Pak Rustam saja belum semuanya rampung. Intinya kita selidiki dan kita kabari siapa tersangkanya,” kelit Hartono.

Penulis : Kamarudin
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...