Sarlinda Mokke anggota DPRD Sultra
Sarlinda Mokke, anggota DPRD Sultra (KABARKENDARI/Pandi)

Kabarkendari.com – Kisruh CSR PT Semen Tonasa di Moramo Utara, Konawe Selatan, merembet ke dalam gedung DPRD Sultra.

Sejumlah anggota DPRD Sultra terbelah dalam dua kelompok. Satu kelompok menyatakan polemik Semen Tonasa telah klir. Lainnya menyatakan belum.

Panasnya polemik itu menyebabkan seorang anggota DPRD Sultra, Sarlinda Mokke, dilaporkan ke Badan Kehormatan.

Diduga Sarilinda dilaporkan ke BK lantaran melawan keputusan beberapa unsur pimpinan dewan yang menyatakan persolan Semen Tonasa telah klir. Sarlinda bergeming.

“Saya heran kok ada Pimpinan dewan berubah jadi Humas. Bukan lagi wakil rakyat tapi sudah menjadi wakil perusahaan,” sindir Sarlinda, Senin 19 Desember 2016.

Terkait laporan di BK, Sarlinda mengaku akan siap menghadapinya termasuk Jumardin yang duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Sultra.

“Saya tidak takut dan akan hadapi,” tegasnya.

Sarlinda tidak sendiri. Ia mendapatkan dukungan dari Ketua Komisi I, LM Taufan Alam.

Taufan Alam menganggap, masalah PT Semen Tonasa belum klir. Pimpinan Dewan yang menyatakan masalah sudah klir, harus ikut diperiksa BK.

“Terkait laporan Pimpinan ke BK itu biasa saja dalam demokrasi. Tapi, jangan hanya Sarlinda yang diperiksa. Pimpinan juga harus diperiksa,” tegasnya.

Taufan menginginkan masalah ini diungkap secara terbuka. Semua pihak harus dilibatkan dan dimintai keterangannya.

Terkait adaya dugaan Pimpinan menjadi distributor semen, Taufan masih akan mengecek dan menelusuri.

Wakil Ketua DPRD Sultra Jumardin mengungkapkan bahwa tidak ada masalah lagi di PT Semen Tonasa. Bahkan, pihak perusahaan sudah bertemu dengan seluruh pimpinan dewan dan menjelaskan persoalan protes masyarakat.

Kasus ini bermula dari adanyaa protes warga Moramo Utara yang menuntut realisasi program CSR PT Semen Tonasa yang membuka pabrik pengepakan di daerah mereka pada September 2016. Karena tidak ada kata sepakat, warga kemudian membawa kasus ini ke DPRD Sultra.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Zainal A Ishaq

Facebook Comments
loading...