warga bende mengadu ke dprd sultra
Tahrir Tasruddin. (KABARKENDARI/KASMAN)

Kabarkendari.com – Ketua Komisi III DPRD Sultra Tahrir Tasruddin menuai akibat dari tindakan arogannya menampar seorang staf. Tahrir resmi dilaporkan ke Badan Kehormatan DPRD Sultra, Selasa 7 Maret 2017.

Kepala Bagian Humas, Protokoler dan Persidangan DPRD Sultra Robert Piter Raru mengatakan seluruh pimpinan sudah bertanda tangan soal keberatan korban atasnama Alfian Syahputra.

“Baru tadi pagi diserahkan ke BK,” ungkap Robert, Selasa 7 Maret 2017.

Robert menambahkan, setelah dilaporkan, maka BK akan melakukan klarifikasi kepada korban dan pelaku. Soal hasilnya nanti, Robert menyerahkan sepenuhnya kepada BK yang dipimpin Abdul Malik Silondae.

“Kita harap diselesaikan dan itu tergantung BK,” katanya.

Menurut Robert berharap kasus ini diproses karena dianggap tidak etis dan sifatnya melanggar hukum. Bila tidak diproses, sekretariat akan mempertanyakan terus perkembangan kasus ini.

“Kita disini atur secara kekeluargaan di BK. Kalau soal laporan di polisi, itu kewenangan keluarganya,” ujarnya.

Alfian Syahputra, Staf DPRD Sultta, ditampar beberapa kali oleh Ketua Komisi III Tahrir Tasruddin saat rapat paripurna HUT Kabupaten Konawe, Jumat 3 Maret 2017. Tahrir marah setelah ditegur karena salah tempat duduk.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...