Peksiminas UHO 2016
Mahasiswa Sastra Indonesia UGM, Muhammad Lutfi Kurniawan menampilkan monolog berjudul "Mayat Terhormat" di Auditorium UHO Kendari, Sabtu 15 Oktober 2016.

Kabarkendari.com – Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Gadjah Mada, Muhammad Lutfi Kurniawan, memukau penonton dalam pertunjukan monolog Pekan Seni Mahasiswa Nasional XIII 2016 Universitaa Halu Oleo Kendari, Sabtu 15 Oktober 2016.

Mahasiswa angkatan 2014 ini menampilkan monolog berjudul “Mayat Terhormat”. Tampil di Auditorium UHO Kendari, Lutfi memerankan lebih dari satu tokoh. Mulai dari penjaga kuburan hingga arwah mayat tanpa nama.

“Apa karena kita beda warna kulit kita saling membunuh, apa karena kita beda suku kita saling membunuh, apa karena kita beda agama kita saling membunuh,” tanya Lutfi dalam perannya sebagai penjaga kuburan.

BACA JUGA: Pimpinan KPK: Kasus Nur Alam Tidak Ada Hubungannya dengan Komunal

Lutfi juga piawai memerankan tokoh lainnya dalam monolog yang ditampilkan dengan setting panggung yang kuat. Kepiawaian Lutfi pun memukau para penonton.

Penampil monolog dari Provinsi Jambi dan Jawa Tengah yang sama-sama mengangkat tema Tenaga Kerja Wanita Indonesia juga tak kalah serunya.

Kedua peserta monolog tersebut memerankan getirnya hidup para TKW di negeri orang. Tentang hukuman mati yang membayangi mereka. Tentang dilema saat menghadapi majikan. Dan tentang harapan datangnya bantuan dari pemerintah Indonesia.

Penulis: La Ode Kasman
Editor : Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...