Ketua KNPI Sultra, Syahrul Beddu
Syahrul Beddu berpose bersama Sekda dan Kadis Dikpora usai upacara hari sumpah Pemuda 28 Oktober 2016. (FB)

Kabarkendari.com – Kepengurusan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Tenggara akan dilantik pada 7 November 2016 di Plaza Inn Hotel Kendari.

Ketua KNPI Sultra Syahrul Beddu mengatakan, proses pelantikan akan dirangkaikan dengan rapat kerja daerah. Kegiatan pengukuhan pemuda se-Sultra ini akan berlangsung selama dua hari.

BACA JUGA: Menunggu Gagasan KNPI Sultra

“Pelantikan akan dirangkaikan dengan rakerda mulai 7 sampai 8 November 2016,” ungkap Syahrul Beddu, Kamis 3 November 2016.

Syahrul mengaku, proses pelantikan ini akan dilangsungkan dengan spesial menghadirkan Ketua Dewan Pimpinan Pusat KNPI Rifai Darus dan seluruh mantan Ketua KNPI Sultra periode sebelumnya.

“Seluruh pengurus dari 17 kabupaten atau kota dan beberapa mantan ketua kami undang. Jika hadir semua pengurus, maka jumlah yang dilantik sebanyak 364 orang,” sebut politikus Partai Golkar ini.

Usai pelantikan, akan dilanjutkan dengan rakerda. Dalam rakerda nanti, urai dia, akan dibahas mengenai program yang akan digagas selama periode kepemimpinannya 2016-2019.

“Banyak hal yang akan kita programkan ke depan. Menyangkut semangat kepemudaan dan soliditas dalam membangun bangsa dan daerah,” jelasnya.

Syahrul bertekad, KNPI akan besar di era kepemimpinannya. Seluruh program yang dicanangkan oleh kepengurusan sebelumnya akan ditingkatkan demi pembangunan sumber daya kaum muda.

BACA JUGA: KNPI Sultra Kubu Ihsan Tantang Sahrul Beddu

Di mata Syahrul, pemuda merupakan salah satu tonggak estafet pembangunan bangsa. Pemuda adalah tokoh sentral dalam peningkatan sumber daya masyarakat. Untuk itu, KNPI Sultra ke depan, akan terus hadir dalam permasalahan sosial dan masyarakat kecil.

“Mari kita tingkatkan solidaritas dan kemandirian pemuda menuju masyarakat Sulawesi Tenggara yang sejahtera dan negara Indonesia yang bermartabat. Ayo, kita harus bangga jadi pemuda,” tuturnya.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...