Kendari Banjir
Beberapa kendaraan melintasi genangan air di ruas jalan DI Panjaitan, Kelurahan Lepo-lepo di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu 17 Juli 2016. Akibat curah hujan yang tinggi serta drainase yang buruk menyebabkan ruas jalan tergenang air dan mengganggu arus lalu lintas dan situasi itu terjadi di dua Kelurahan yaitu Kelurahan Lepo-lepo dan Kelurahan Wuawua. (KABARKENDARI/SUWARJONO)

Kabarkendari.com – Kota Kendari diguyur hujan sejak tadi subuh atau Selasa 2 Agustus 2016 dinihari hingga pukul 12.00 Wita. Pihak BMKG Kendari menyampaikan, fenomena alam ini terjadi akibat siklon tropis nida di sebelah Barat Filipina Utara.

Kepala BMKG Kendari Aris Yunatas mengatakan, up date peringatan dini cuaca Sultra, Selasa 2 Agustus 2016 pukul 09.00 Wita, masih berpotensi hujan sedang sampai lebat di wilayah Kota Kendari, Konawe, Konawe Kelatan, Konawe Utara, dan Bombana.

“Kondisi ini berlangsung hingga jam 12.00 Wita. Meluas ke wilayah Buton Utara, Kolaka Timur dan Kolaka,” ungkapnya melalui pesan WhatsApp, Selasa 2 Agustus 2016.

Terkait dengan siklon Nida di sebelah barat Filipina Utara, BMKG pusat sudah merilis bahwa wilayah perairan yang dekat dengan pusat siklon tropis-lah yang terdampak pada tinggi gelombang, seperti laut Maluku bagian utara.[irp posts=”1576″ name=”Tinggi Gelombang Perairan Sultra Capai 2 Meter”]

“Dampak siklon tropis nida di wilayah Sultra adalah menyebabkan gangguan cuaca yaitu shearline atau belokan angin, sehingga menyebabkan penumpukan massa udara, peningkatan pertumbuhan awan dan potensi hujan di wilayah Sultra untuk tiga hari ke depan,” jelasnya.

Meski begitu, kata dia, tinggi gelombang di wilayah perairan Sultra saat ini tidak dipengaruhi adanya siklon nida, tapi memang disebabkan angin timuran atau Monsun Australia dan berdasarkan hasil analisa trend tinggi gelombang Agustus wilayah Sultra adalah yang paling tinggi.

Terkait hal tersebut, BMKG Kendari mengimbau pengguna jasa transportasi laut wilayah perairan Sultra untuk waspada.

Penulis: Pandi

Editor: Jumaddin Arif Tobarani

 

Facebook Comments
loading...