pilrek uho 2016
Ketua Panitia Pilrek UHO Kendari, Profesor Hilaluddin Hanafi. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Jelang pemilihan rektor (Pilrek) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dikabarkan telah mencoret sembilan nama anggota senat.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Profesor Hilaluddin Hanafi, angkat bicara mengenai informasi tersebut. Menurutnya, belum ada pemberitahuan secara resmi dari Kemenritekdikti mengenai pengurangan anggota senat.

Dia mengakui, akan ada pengurangan jumlah anggota senat. Namun, hingga kini pihaknya belum menerima secara resmi surat dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengenai jumlah pasti anggota senat yang akan dikurangi dalam Pilrek UHO Kendari.

“Belum, belum ada, saya belum terima secara resmi. Memang ada banyak informasi yang berkembang di luar tapi untuk kepastian jumlah berapa orang yang dikurangi, belum ada,” jawab Prof Hilal, Minggu 2 Oktober 2016.

Wakil Rektor II UHO Kendari ini menyampaikan, jika sudah ada jumlah pasti anggota senat yang dikurangi maka rektor, ketua panitia, dan ketua senat sudah mengetahui lebih dahulu. Sehingga ia mengimbau agar jangan mempercayai pihak-pihak luar yang menyebarkan informasi tidak jelas.

BACA JUGA: Praktek Demokrasi Kampus UHO ala Usman Rianse Menuai Kritik

“Kita belum bisa menjustifikasi karena kita sudah komitmen akan menunggu surat keputusan dari Biro Hukum Kemeristekdikti. Kita masih menunggu arahan dari Kemristekdikti mengenai jumlah pengurangan dan jadwal pelaksaan pilrek,” tambahnya.

Prof Hilal menambahkan, secara teknis pihak pantia sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk pemilihan nanti. Mulai dari kertas suara, kotak suara hingga tempat pemungutan suara.

Menurut dia, pengurangan jumlah anggota senat dilakukan demi terlaksananya pilrek UHO yang baik. Kemristekdikti menginginkan semua masalah klir, karena yang selama ini dipersoalkan hanya jumlah anggota senat yang dianggap tidak berhak memilih.

Ditanya soal adanya beberapa Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang kemungkinan akan dicoret dari anggota senat, misalnya UPT Keamanan yang diketuai istri Prof Usman Rianse, Wa Kuasa, Prof Hilal mengaku belum tahu. Karena, kata dia, semuanya tergantung dari Kemristekdikti.

“Memang itu sudah dibicarakan dengan tim Biro Hukum Kemristekdikti, dan semua masalah yang diprotes selama ini oleh pihak-pihak tertentu sudah dijelaskan oleh rektor kepada Biro Hukum Kemenristedikti. Mau sampai 20 anggota senat yang dikurangi, tidak masalah karena itu bagian dari konsekuensi dan tidak perlu dipersoalkan,” tandasnya.

Lebih lanjut Prof Hilal mengatakan, dengan akan adanya pengurangan anggota senat, ia berharap tidak ada lagi hambatan dalam pilrek. Karena pengurangan sudah ditelaah dengan baik oleh Kemristekdikti.

Informasi pengurangan sembilan anggota senat juga dibantah Ketua Senat UHO Kendari, Dr Aminuddin Mane Kandari. “Sampai saat ini belum ada info dari Kemristekdikti,” singkat Aminuddin melalui pesan singkatnya.

Penulis: La Ode Kasman

Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...