LM Taufan Alam
LM Taufan Alam

Kabarkendari.com – Impian sejumlah daerah di Sulawesi Tenggara untuk segera otonom harus tertunda. Kementrian Dalam Negeri membuat aturan baru yang mengharuskan seluruh calon daerah otonom memperbaiki sistim administrasinya.

BACA JUGA: Pilkada Busel, Pertarungan Pejuang dan Penikmat Pemekaran

Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Sultra LM Taufan Alam mengatakan, berdasarkan hasil konsultasi dengan Direktorat Jenderal Otonomi Khusus Kementerian Dalam Negeri, seluruh panitia pemekaran harus memperbaharui kembali proposal yang diajukan sebelumnya.

“Kemendagri membuat aturan baru tentang pemekaran ini. Jadi semua diminta untuk perbaikan proposal. Pemekaran di Sultra itu perlu perbaikan proposal. Ini berlaku seluruh nasional,” ungkap Taufan Alam di gedung DPRD Sultra, Rabu 16 November 2016.

Beberapa daerah di Sultra yang telah diusulkan ke Mendagri untuk mekar adalah Kabupaten Konawe Timur, Pakue, Poleang, Muna Timur, Kota Raha, Kabaena Kepulauan dan Provinsi Kepulauan Buton atau Kepton. Semua daerah ini, kata dia, perlu diperbaiki kembali proposalnya.

Rencananya, lanjut politikus Partai Demokrat ini, pihaknya akan berkunjung ke seluruh panitia pemekaran untuk membahas rencana perbaikan proposal ini.

“Kita akan agendakan bertemu dengan panitia pemekaran. Kemungkinan, setelah pembahasan APBD 2017. Sekitar Januari sampai Februari 2017,” katanya.

“Nanti, kita akan keliling sampaikan perbaikan proposal karena kebanyakan panitia ini tidak tahu kalau ada perbaikan proposal pemekaran ini,” ujarnya.

“Makanya, sekarang mulai diperbaiki proposalnya. Istilahnya, kalau memenuhi syarat memungkinkan mekar. Kita minta panitia pemekaran untuk proaktif mengenai perbaikan proposal ini,” harapnya.

BACA JUGA: DPD Sarankan Pemekaran Kabupaten Poleang Didorong ke DPR

Bila sudah diperbaiki, kemungkinan besar berkas sudah tuntas sekitar April atau Mei 2017. Setelah itu, hasil perbaikannya diserahkan kembali ke Dirjen Otonomi Khusus untuk ditindaklanjuti.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...