Perampok Bersenjata di Kolaka
Barang bukti yang diamankan. (KABARKENDARI/Humas Polda Sultra)

Kabarkendari.com – Aksi kejahatan dengan menggunakan senjata api mulai menghantui masyarakat Sulawesi Tenggara, khususnya Kabupaten Kolaka. Warga Kolaka, Syamsudin, menjadi korban perampokan bersenjata. Harta benda dalam rumahnya bernilai ratusan juta rupiah dibawa kabur.

Kronologisnya, Jumat dinihari 14 Oktober 2016, sekitar pukul 01.00 Wita. Kediaman Syamsuddin yang terletak di Dusun Ponuponu, Kecamatan Samaturu, Kolaka, kedatangan tamu tak diundang. Hanya saja, tamu yang ini lansung masuk rumah dengan cara mendobrak pintu.

BACA JUGA: Anggota Polda Sultra Disangkur Oknum TNI Saat Ungkap Penyelundupan BBM Ilegal

Mendengar suara dobrakan pintu, istri Syamsuddin bernama Irma yang sudah tertidur membangunkan suami dan anaknya yang juga sudah terlelap tidur.

Perampokan di Kolaka
Infografis: Perampokan di Kolaka (KABARKENDARI/Muhammad Hajar Shiddiq)

Belum sempat mengambil ancang-ancang, Syamsuddin sudah berhadapan dengan tiga orang bersenjata tanpa penutup wajah, sehingga dia tidak bisa berbuat apa-apa. Apalagi, ketiga pelaku sempat melepas tembakan dua kali dengan senjata rakitan yang mereka pegang.

Alhasil, ketiganya bergerak bebas mengacak-acak barang dalam rumah. Lemari dibongkar. Mereka mengamankan harta benda yang bisa diamankan. Perhiasan emas sebanyak 50 gram, uang dalam laci jualan sekitar Rp 3 juta, handphone, satu karung cengkih, dua karung coklat kering, habis digondol.

“Sementara pelaku lainnya, berada di depan rumah korban juga melempari kaca jendela rumah,” cerita Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Sultra, Ajun Komisaris Besar Polisi, Sunarto, Minggu 16 Oktober 2016.

Setelah berhasil mengumpulkan hasil rampokannya, para pelaku keluar dan meninggalkan rumah korban dengan menggunakan mobil APV.

Tidak sampai  24 jam, Kepolisian Resor Kolaka bekerja cepat dan menangkap tujuh pelaku perampok yang diketahui warga sekitar, yakni Asri (41), Saparuddin alias Gondrong (35), Syawal (24), Faisal (20), Muksin alias Isal (32), Maming (32), dan Baso S (31).

Tepat Jumat 14 Oktober 2016, polisi berhasil menangkap Asri bersama barang bukti emas 50 gram dan mobil Avanza yang digunakan pelaku untuk melakukan kejahatan.

“Setelah dilakukan pengembangan, esoknya pada Sabtu 15 Oktober 2016 anggota Polres Kolaka dan Polsek Samaturu menangkap Gondrong. Setelah itu anggota kembali melakukan pengembangan dan kembali menangkap tiga pelaku lainnya di Desa Lanipa-Nipa, Kecamatan Katoing, Kabupaten Kolaka Utara, masing-masing Syawal, Faisal, dan Muksin. Barang bukti dari penangkapan kedua ini berupa kalung emas, cincin emas, HP Nokia, uang Rp 449 ribu dan 1 buah senjata api rakitan dan tiga amunisinya,” beber Sunarto.

Tidak berhenti sampai di situ, mantan Kapolres Muna ini menjelaskan, setelah lima pelaku sudah diamankan anggota Polres Kolaka dan Polsek Samaturu, kembali mengembangkan kasus itu untuk mencari lokasi pembuatan senjata api yang digunakan para pelaku.

BACA JUGA: Tabrakan Maut, Seorang Gadis Tewas di Tempat

Tepat di Desa Lapaopao, Kecamatan Wolo, anggota Polsek Samaturu berhasil mengamankan barang bukti satu pucuk senjata api rakitan. Senjata api itu dirakit oleh dua orang warga Kolaka masing-masing bernisial Maming dan Baso.

“Ini berdasarkan hasil pengintaian anggota Polsek Samaturu di Kecamatan Wolo. Dua orang perakit senjata api ditangkap. Saat ini kami mencoba menelusuri asal amunisi atau peluru yang digunakan para pelaku,” jelasnya.

Penulis: Kamarudin
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...