KPU Kendari
Anggota KPU Kota Kendari, Ade Suerani. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Kejujuran pasangan calon yang maju di Pemilihan Kepala Daerah Kota Kendari mengenai money politic dan antikorupsi akan diuji di debat jilid dua, Selasa 31 Januari 2017.

Komisi Pemilihan Umum atau KPU Kota Kendari telah membuat desain debat dengan closing statement calon menyangkut komitmen untuk tidak melakukan money politic dan semangat antikorupsi di pemerintahannya jika terpilih nanti.

“Akan ada penyampaian tolak politik uang, anti korupsi pada segmen terakhir. Makanya, kita sudah sampaikan kepada LO paslon untuk susun redaksinya baik-baik,” ungkap anggota KPU Kota Kendari Ade Suerani, Senin 30 Januari 2017.

Debat Pilwali Kendari jilid dua ini diperkirakan akan disaksikan jutaan pasang mata karena akan disiarkan langsung melalui salah satu televisi swasta, Metro TV. Tiga paslon akan menjelaskan seperti apa korupsi, money politic maupaun pilkada damai.

“Kita ingin damai dalam debat, tidak melanggar ketentuan larangan kampanye dan tidak serang pribadi paslon,” kata Ade.

Di Pilkada Kota Kendari, ada tiga pasangan calon yang bertarung. Adalah nomor urut 1 pasangan Abdul Rasak-Haris Andi Surahman, nomor urut 2 pasangan Adriatma Dwi Putra-Sulkarnain dan Mohammad Zayat Kaimoeddin-Suri Syahriah Mahmud.

Tiga pasangaan ini, masing-masing memiliki fanatisme pendukung serta plus minus track record.

Pasangan Rasak-Haris yang diusung oleh Partai Golkar dan Nasional Demokrat. Pasangan ADP-SUL diusung oleh PAN, PKB, Gerindra, PBB dan PKS. Sedangkan pasangan Derik-Suri diusung Partai Demokrat, PDIP, Hanura dan PPP.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...