Kasus PT PLM
Petinggi PT PLM, Fahlawi Mujur Saleh, berjalan menuju ruangan pemeriksaan didampingi seorang jaksa di belakangnya. (KABARKENDARI/EGI)

Kabarkendari.com – Setelah mengamankan tiga petinggi PT Panca Logam Makmur (PLM) dalam kasus korupsi manipulasi data produksi emas, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai menelusuri aliran dana korupsi senilai Rp 12 miliar tersebut.

Humas Kejati Sultra, Janes Mamangkei, mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari salah seorang tersangka kasus ini, yakni, Kepala Biro Keuangan PT PLM Fahlawi Mujur Saleh, dana Rp 12 miliar yang seharusnya masuk ke kas Pemda Bombana itu mengalir ke banyak pihak.

Hanya saja, Janes belum bisa menyebutkan satu per satu pihak-pihak penerima aliran dana tersebut dengan alasan untuk kepentingan penyelidikan. Yang pasti, kata dia, Kejati Sultra sudah mengantongi nama-nama penikmat uang diduga hasil rampokan tersebut, mulai dari pejabat, internal PLM, hingga pihak-pihak lain.

“Berdasarkan kerterangan Fahlawi Mujur Saleh, ada beberapa pihak yang menikmati dana itu. Makanya kita lagi telusuri,” kata Janes saat di temui di ruang kerjanya, Senin 3 Oktober 2016.

Saat ini Kejati Sultra sudah menahan tiga tersangka orang PT PLM dalam kasus ini, masing-masing, Fahlawi Mujur Saleh, Made Susastra, dan Rizal Fahreza. Ketiganya sedang diamankan di Rumah Tahanan Kelas IIA Kendari.

Selain Fahlawi, kata Janes, dua tersangka lainnya Made Susastra dan Rizal Fahreza disebut-sebut turut terlibat dalam kasus ini dan ikut menikmati hasil.

Bagaimana dengan Direktur PT PLM La Ode Darwain? “Yang pasti internal. Kita tunggu hasil penyidikannya yah. Soal jumlahnya nantilah kita akan beberkan,” pungkas jaksa muda ini.

Penulis : Kamarudin
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...