korupsi
Ilustrasi. (INT)

Kabarkendari.com – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara saat ini menyelidiki kasus dugaan korupsi pengadaan pompa air di PDAM Kota Baubau. Bahkan, tim yang dibentuk sudah turun ke lokasi meninjau langsung pekerjaan yang menelan anggaran Rp 5 miliar melalui APBD 2010 tersebut.

Hasilnya, jaksa menemukan mesin pompa yang digunakan untuk menyedot air di kali dan pipa air yang digunakan untuk mendistribusi air ke rumah-rumah warga, dalam kondisi rusak. Proyek ini berada di Kecamatan Betoambari.

Humas Kejati Sulawesi Tenggara Janes Mamangkey membenarkan hal ini. Menurut Janes, kasus ini masih diselidiki dengan serius.

“Kita akan mengundang saksi ahli untuk kasus ini. Saksi ahli kita mintai keterangannya untuk mengetahui apakah alat ini layak pakai atau tidak. Kita tidak terlalu tau pompa air, bagaimana peruntukannya dan bagaimana kegunaannya. Makanya kita harus keterangan saksi ahli,” kata Janes, Jumat 12 Agustus 2016.

Janes mengungkapkan, sudah ada beberapa saksi yang telah dimintai keterangannya dalam kasus ini, termasuk pihak PDAM dan kontraktor pekerja proyek tersebut.

“Hanya saja tim masih kesulitan melakukan penyelidikan. Karena adanya sebagian pompa air yang dicuri. Jalan terjal juga menjadi kendala penyelidikan. Lokasinya cukup rumit dan cukup sulit dijangkau,” terangnya.

Sekedar diketahui, BPKP Sulawesi Tenggara sudah melakukan audit terhadap kasus ini. Mereka menemukan penyelewengan uang negara. Sayangnya, temuan tersebut belum dapat disimpulkan secara jelas.

Penulis : Egi
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...