Ruksamin
Ruksamin. (FB)

Kabarkendari.com – Belum tuntas dengan kasus korupsi yang menyeret mantan Bupati Konawe Utara (Konut) Aswad Sulaiman, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara kini menyelidiki kasus dugaan korupsi terhadap Ruksamin dan Raup.

Ruksamin yang saat ini menjabat sebagai Bupati Konut diduga terlibat dalam kasus SPPD fiktif senilai kurang lebih Rp 300 juta. Sedangkan Raup yang kini menjadi Wakil Bupati Konut diduga menyalahgunakan wewenang dalam penyimpangan anggaran pembangunan pesantren yang mencapai Rp 4 miliar.

Kedua kasus tersebut dilaporkan sejak tahun 2014 di Kejati Sultra, saat Ruksamin masih menjabat Wakil Bupati Konut dan Raup sebagai Ketua DPRD Konut.

Humas Kejati Sultra, Janes Mamangkei SH mengungkapkan, penyidik Kejati Sultra sudah turun lapangan melakukan pengumpulan data-data terkait kasus tersebut. Menurutnya, hingga kini kasus itu masih terus diselidiki.

Namun, meskipun laporannya masuk sejak tahun 2014, Kejati Sultra masih berkutat pada tahap penyelidikan, belum sampai naik status ke penyidikan. Alasannya klasik, yakni, pihak Kejati masih mengumpulkan data-data.

“Masih pengumpulan data-data saja. Untuk pemeriksaan masih sebatas klarifikasi saja dulu ,” jelas Janes kepada Kabarkendari.com Rabu 28 September 2016.

Janes belum bisa menjelaskan secara detil modus kasus itu karena masih dalam tahap penyelidikan. Nanti akan dibuka setelah masuk tahap penyidikan. Saat ditanya apakah Ruksamin sudah diperiksa dalam kasus ini, Janes mengaku belum karena masih memeriksa pihak-pihak terkait yang mengetahui kasus itu.

“Yang lain dulu. Pak Ruksamin belum karena kami sementara mengumpulkan data-data kasus yang diduga melibatkan bupati,” katanya lagi.

Penulis : Kamarudin
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...