Padang Savana di Bombana tempat PT Panca Logam
Padang Savana di Bombana tempat PT Panca Logam Beroperasi. (KABARKENDARI/Suwarjono)

Kabarkendari.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali memeriksa saksi kasus dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan atau manipulasi data laporan hasil produksi emas PT Panca Logam Makmur (PLM).

Terbaru, Kejati Sultra memeriksan komisaris PT PLM bernama Handoko dan HRD PT PLM bernama Andi Aru. Keduanya hadir bersamaan di ruang pemeriksaan Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sultra, Kamis 15 September 2016, pukul 10.00 Wita.

Tanpa banyak komentar, Handoko dan Andi Aru langsung memasuki ruang pemeriksaan yang di dalamnya sudah menunggu Koordinator Intel Kejati Sultra, Baharudin SH selaku jaksa pemeriksa.

Ditemui di ruang kerjanya, Humas Kejati Sultra Janes Mamangkei membenarkan pemeriksaan terhadap komisaris dan HRD PT PLM.

Janes mengatakan, pemeriksaan tersebut masih sebatas saksi dalam kasus dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan atau manipulasi data laporan hasil produksi emas di PT PLM di Kabupaten Bombana.

Menurut Janes, masih ada saksi-saksi lagi akan diperiksa. “Hari ini tiga orang sebenarnya, namun yang datang dua orang yakni Handoko dan Andi Aru. Keduanya dimintai keterangannya untuk memberikan kesaksian dalam kasus PT PLM. Masih penyelidikan,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, kasus ini sudah ada beberapa saksi yang telah dimintai keterangannya. Namun belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

Ditambahkan Janes, selain melakukan pemeriksaan, pihaknya juga sudah mengirim surat permintaan audit di BPKP Wilayah Sultra.

“Kita juga melakukan permintaan audit untuk mengetahui kerugian negara dalam kasus ini. Kita masih tunggu kesiapan BPKP, setelah itu kita akan lakukan ekspose dan gelar perkara. Kalau sudah cukup bukti kita akan menetapkan tersangka. Tunggu saja, ya!” pintanya.

Penulis: Kamarudin
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...