Sidang pembacaan dakwaan
Suasana sidang pembacaan dakwaan dalam kasus dugaan korupsi pembangunan kantor bupati Konawe Utara, di Pengadilan Negeri Kendari, Selasa 16 Agustus 2016. (KABARKENDARI/EGI)

Kabarkendari.com – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara kembali diminta untuk menahan mantan Bupati Kabupaten Konawe Utara disingkat Konut, Aswad Sulaiman, dalam kasus dugaan korupsi pembangunan kantor bupati Konut. Permintaan ini disampaikan Syahirudin Latief SH, kuasa hukum Ahmad Yani Sumarata yang merupakan terdakwa dalam kasus yang sama.

Ahmad Yani Sumarata sendiri menjalani sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Kendari, Selasa 16 Agustus 2016. Dalam sidang itu, JPU Kejari Konawe A Rahmat mendakwa Ahmad Yani Sumarata dengan Pasal 3 junto Pasal 18 Undang-Undang RI nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, junto Pasal 55 KUHP.

Di hadapan majelis hakim yang dipimpin Andi Arwana, Syahiruddin  menyampaikan agar hakim bisa memberikan pandangan hukum kepada JPU yang menyelidiki kasus ini serta memberikan instruksi agar memperlakukan secara adil kepada seluruh tersangka dan terdakwa dalam kasus ini.

“Kami memohon majelis hakim agar bisa memberikan klien saya penangguhan penahanan. Kami juga meminta agar kasus ini bisa diselidiki secara adil sesuai dengan norma hukum yang berlaku. Karena semua tersangka tidak ditahan maka kami meminta agar klien saya diberikan penangguhan,” kata Syahirudin Latif.

Namun Andi Arwana selaku majelia hakim mengungkapkan permohonan itu masih akan dibahas secara internal bersama dua hakim anggotanya masing-masing Mulyono SH dan Darwin SH. Selain itu, pihak Ahmad Yani bisa memasukan berkas permohonan sebagaimana disampaikan, dan nanti akan diputuskan pada Selasa 23 Agustus 2016 mendatang.¬† “Yah silakan saja bermohon. Kita akan simpulkan pekan depan, yah,” kata Andi Arwana.

Penulis: Egi
Editor  : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...