Ilustrasi tersangka masuk penjara
Ilustrasi. (KABARKENDARI/Muh. Hajar Syiddiq)

Kabarkendari.com –Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara terus melakukan penyidikan atas kasus dugaan manipulasi data laporan hasil produksi emas PT Panca Logam Makmur di Kabupaten Bombana. Kejati Sultra tengah mencari alat bukti dugaan keterlibatan pelaksana tugas (Plt) pimpinan PT PLM bernisial LD.

Teranyar, penyidik Pidana Khusus Kejati Sultra focus mengejar dan mencari alat bukti baru keterlibatan pelaksana tugas (Plt) pimpinan PT PLM bernisial LD. LD telah menjalani pemeriksaan sebanyak tiga kali. Namun statusnya masih saksi.

BACA JUGA: Kejati Sultra Telusuri Aliran Dana Korupsi PT Panca Logam Makmur

LD juga diduga menerima aliran dana dari kasus manipulasi data laporan hasil produksi emas PT PLM. Penyidik masih mengumpulkan bukti-bukti baru terkait keterlibatan LD. Beberapa sakasi sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka seperti Fahlawi Mujur Saleh, Mades Susastra, dan Reza Fahreza.

“Iya memang sudah tiga kali diperiksa tapi masih akan dikumpulkan bukti-buktinya lagi, seperti tiga tersangka awal. Mereka juga (Tiga tersangka awal) sama statusnya, awalnya diperiksa saksi, dan kalau ada buktinya yah ditetapkan tersangka,” kata Asisten Pidana Khusus Kejati Sultra, Raimel Jesaja. SH, Rabu 05 September 2016.

BACA JUGA: Lagi, Kejati Sultra Tahan Dua Petinggi PT Panca Logam Makmur

Raimel menjelaskan, kasus yang membelit PT PLM terkait royalty yang tidak dibayarkan kepada pemerintah Kabupten Bombana. Dana royalty tersebut diduga dinikmati oleh beberapa pihak diinternal manajemen PT PLM.

“Iya seperti fahlawi Mujur Saleh begitu. Jadi ini internal PT PLM saja dulu. Kalau kita temukan buktinya menerima dana, yah kita panggil jadi saksi dan kita periksa. Kemudian kita naikan statusnya menjadi tersangka. Untuk saat ini baru tiga orang itu,” bebernya.

Penulis: Kamarudin
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...