Korupsi Water Sport Kendari
Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Jurnalistik UHO menyuarakan indikasi korupsi proyek pekerjaan Water Sport Kota Kendari tahun anggaran 2015, beberapa waktu lalu. (KABARKENDARI/KASMAN)

Kabarkendari.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengambil alih penanganan kasus dugaan korupsi pada pembangunan wahana olahraga air (water sport) pada Dinas Pariwisata Pemprov Sultra.

Awalnya, kasus ini diselidiki oleh Kejaksaan Negeri Kendari. Namun, oleh penyidik Kejari Kendari, kasus tersebut dihentikan karena dinyatakan memenuhi unsur pidana.

BACA JUGA: Kejari Kendari Dalami Kasus Dugaan Korupsi Water Sport

Kini, Kejati Sultra malah melakukan penyelidikan kembali. Alasannya, ada dugaan mark up dan pemotongan anggaran serta pembangunannya tidak sesuai bestek.

Internal kejaksaan berpandangan, pengambilalihan proses penyelidikan kasus merupakan hal biasa. Menurut Humas Kejati Sultra, Janes Mamangkei, kasus itu diambil alih karena masih banyak kekurangan dalam penyelidikan yang dilakukan oleh Kejari Kendari.

“Makanya kita ambil alih. Ini tidak ada masalah apa-apa. Semuanya hal biasa. Kan kalau ada bukti baru bisa kita selidiki kembali,” kata Janes, Kamis 13 Oktober 2016.

Sebelumnya, Humas Kejari Kendari Indra Efendi, setelah melalui proses penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi,  penyidik tidak menemukan satu pun bukti yang mengarah pada unsur tindak pidana korupsi.

“Setelah diselidiki dan dilakukan pemeriksaan, tidak mencukupi bukti untuk ditingkatkan ke penyidikan. Kasus ini tidak ada bukti sesuai unsur-unsur pidananya,” kata Indra kepada beberapa awak media di Kendari, beberapa waktu lalu.

Dalam pemeriksaan kasus ini, penyidik Kejari Kendari memang seakan tidak serius. Pasalnya, dalam berbulan-bulan melakukan pemeriksaan, Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Zainal Kudus tidak pernah dipangiil untuk dimintai keterangannya. Padahal, Zainal Kudus menyatakan siap diperiksa.

BACA JUGA: Usut Kasus Korupsi Water Sport, Kejari Kendari Periksa Saksi Ahli

“Kalau saya siap diperiksa kapanpun dibutuhkan. Tapi sampai saat ini saya belum terima surat panggilan kejaksaan. Saya yakin tidak ada masalah juga dalam proyek ini. Karena auditor dari inspektorat kementrian pariwisata menyatakan tidak ada masalah,” kata Zainal saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.

Kasus water sport dibangun di daerah Kendari Beach, Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat, dengan mnggunakan anggaran Rp 3,5 miliar dari APBN tahun 2015.

Penulis: Kamarudin
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...