TPA Konawe Utara
Ampera Kota Kendari, Kamis 18 Agustus 2016, melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara. Mereka mendesak pihak kejaksaan mengusut tuntas kasus dugaan korupsi pembangunan TPA sampah di Konawe Utara. (KABARKENDARI/EGI)

Kabarkendari.com – Kendati Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara sudah membentuk tim bahkan sudah mulai melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi pembangunan TPAS Konawe Utara, namun Aliansi Mahasiswa Pemerhati Rakyat (Ampera) terus melakukan aksi demonstrasi.

Mereka terus mendesak Kejati Sultra untuk secepatnya melakukan penyelidikan dan menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Desakan ini disampaikan Ampera saat aksi demonstrasi Kamis 29 September 2016, di halaman kantor Kejati Sultra.

Koordinator Ampera, Jurawal mengungkapkan terima kasihnya kepada Kejati Sultra yang mau menerima aduan mereka. Terlepas dari itu, kata dia, penyelidikan kasus TPAS Konut harus secepatnya dilakukan hingga ada penetapan tersangka.

“Jika perlu kami akan kawal jaksa untuk turun langsung di Konut. Kami akan perlihatkan semua bukti-bukti atas dugaan yang kami sampaikan. Ingat pak Kajati Sultra, bahwa kasus ini benar terjadi, anggaran pembangunan TPAS Konut senilai Rp 8 miliar dirampok dan tidak digunakan sebagaimana mestinya,” teriak Jurawal.

BACA JUGA: Ampera Ungkap Dugaan Korupsi Pembangunan TPA Konawe Utara

Lebih lanjut dia menyampaikan, mengingat kasus ini menggunakan anggaran Rp 8 milar, maka Kejati harus transparan melakukan penyelidikan. Jurawal khawatir ada permainan antara oknum kejaksaan dengan Kepala Satuan Kerja Persampahan Dinas PU Sultra yang diduga terlibat dalam kasus itu.

“Sekedar mengingatkan kepada penyidik kejaksaan, agar tidak bermain-main dalam kasus ini. Kami meminta agar secepatnya satker Abdul Rifai dipanggil untuk diperiksa. Kalau terbukti pak tangkap dan adili,” tegasnya.

Sementara itu, Humas Kejati Sultra Janes Mamangkei yang ditemui di ruang kerjanya, menjelaskan, kasus itu sudah dimulai penyelidikannya. Sudah ada tim penyidik yang sementara mengumpulkan bukti-bukti dalam kasus tersebut.

“Sudah ada, kita tunggu saja penyelidikannya. Karena kasus ini sudah ditangani pidsus. Jadi silakan dilihat hasil pemeriksaannya nanti,” tuturnya.

Penulis : Kamarudin
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...