Korupsi Water Sport Kendari
Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Jurnalistik UHO menyuarakan indikasi korupsi proyek pekerjaan Water Sport Kota Kendari tahun anggaran 2015, beberapa waktu lalu. (KABARKENDARI/KASMAN)

Kabarkendari.com – Penyidik Kejaksaan Negeri Kendari memeriksa empat orang pegawai Dinas Pariwisata Sultra terkait dugaan korupsi pembangunan Sarana Olahraga Air, Water Sport.

Pemeriksaan terhadap para saksi dilakukan di Kantor Kejati Sultra, Jumat 16 September 2016. Keempat orang saksi itu diketahui menjabat sebagai PPK, PPSM, Bendahara Dinas Pariwisata, dan Pengawas proyek water sport.

Menurut Kepala Seksi Intel sekagus Kepala Humas Kejari Kendari, Indra Efendi. SH, empat saksi itu dimintai keterangannya untuk mengetahui runutan pembangunan proyek water sport dari awal hingga akhir.

“Tapi masih penyelidikan. Untuk identitas saksi janganlah, yang penting mereka itu PPK, PPSM, Bendahara Dinas Pariwisata, dan Pengawas proyek water sport,” kata Indra.

Pria berkaca mata ini mengungkapkan, pihaknya berjanji dalam waktu dekat akan menuntaskan kasus penyelidikan water sport. Proses penyelidikan menunggu rampungnya data-data yang telah dikumpulkan.

Kejaksaan juga belum bersedia mengungkapkan identitas tersangka utama. Kejaksaan beralasan hal itu masih menjadi rahasian penyidik. Penyidik juga belum meminta pihak badan pemeriksa keuangan untuk mengaudit kasus ini.

“Saksi ahli juga belum diperiksa. Tapi tidak lama juga sih, tunggu saja ini sisa pemantapan penyidik saja, setelah itu langsung penetapan tersangka,” jelasnya.

Proyek pembangunan Sarana Olahraga Air, Water Sport Kendari bernilai Rp 3,4 Milyar yang bersumber dari APBN. Hingga kini proyek tersebut belum juga kelar padahal telah dikerjakan sejak awal 2015.

Penulis : Kamarudin
Editor  : Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...