KPK di Kantor Gubernur Sultra
Sejumlah penyidik KPK sedang melakukan penggeledahan di kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Selasa 23 Agustus 2016. (KABARKENDARI/SUWARJONO)

Kabarkendari.com – Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, Selasa 23 Agustus 2016, menggeledah kantor Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam. Kabarnya, komisi antirasuah tersebut sedang menyelidiki kasus dugaan korupsi pertambangan yang diduga melibatkan orang nomor satu Sultra.

Tak ketinggalan, kediaman Gubernur Sultra Nur Alam juga diobok-obok oleh KPK di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari. Pantauan kabarkendari.com, sejumlah aparat kepolisian melakukan penjagaan di rumah mantan Ketua DPW PAN tiga periode itu.

Ironinya, masyarakat sekitar kediaman Nur Alam tidak mengetahui jika tetangga mereka tersebut sedang kedatangan tamu dari KPK.

“Ada apa ini? Kenapa banyak sekali orang?” sundul seorang warga kepada sejumlah jurnalis yang sedang melakukan peliputan dari luar halaman rumah Nur Alam. Saat disampaikan bahwa sedang terjadi penggeledahan oleh KPK dalam rumah orang nomor satu Sultra itu, warga tersebut terlihat kaget dan penasaran.

“Kenapa bisa? Kasus apa?” kejarnya lagi. Tidak ada yang bisa memberikan jawaban atas pertanyaan itu karena saat itu belum diketahui kehadiran KPK berkaitan dengan kasus yang mana. Yang pasti berkait kasus korupsi.

Tak lama kemudian, warga sekitar lainnya datang menghampiri kerumunan para jurnalis. Mereka ingin mengorek informasi yang sedang terjadi di sana. Hanya saja, mereka tidak ingin berkomentar lebih jauh karena pertimbangan keamanan dan kenyamanan.[irp posts=”3144″ name=”KPK Sita Hardisk Empat Unit Komputer Biro Hukum Pemprov Sultra”]

Pantauan kabarkendari.com, pintu utama halaman rumah dijaga dua petugas berpakaian Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol-PP dan satu lelaki berpakaian preman. Di dalam halaman rumah terdapat dua anggota polisi lengkap dengan senjata laras panjang.

Sekitar pukul 11.30 Wita, sebuah mobil Toyota Kijang Inova silver bernomor polisi DT 1704 GE dengan kaca tertutup rapat keluar dari dalam rumah. Pagar kembali ditutup rapat oleh petugas yang berjaga. Tak lama berselang, mobil tersebut kembali terlihat masuk ke halaman rumah. Terlihat satu unit mobil Toyota Avanza hitam nomor polisi DT 1688 KE terparkir di halaman rumah.

Sementara itu, di pintu samping rumah Nur Alam, terlihat empat orang keluar dari dalam sambil membawa tas besar berwarna coklat. Ada lima tas besar yang tidak diketahui isinya. Keempat orang itu terdiri dari satu laki-laki dan tiga perempuan.

Beberapa dari mereka menutup mukanya dengan masker dan memakai kacamata, sambil menenteng bungkusan baju dinas. Mereka terlihat panik saat melihat wartawan yang ingin mengabadikan aktivitas mereka.

“Jangan foto ya,” pinta perempuan yang mengenakan kacamata dan menutup mukanya pakai kain. Sekitar pukul 12.49 Wita, keempatnya bergegas pergi menumpangi taksi.

Penulis:  La Ode Pandi Sartiman dan La Ode Kasman
Editor  : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...