KBM Teknik UHO Desak Polda Tangkap Dirut PT Wika Bitumen
Demo KBM Teknik UHO Desak Polda Tangkap Dirut PT Wika Bitumen. (KABARKENDARI/EGI)

Kabarkendari.com – Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Fakultas Teknik, Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Selasa 12 Oktober 2016, melakukan aksi demonstrasi di halaman kantor Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara.

Massa berkostum hitam ini meminta kepolisian agar serius menangangi perkara tindak pidana illegal mining yang diduga dilakukan oleh perusahaan PT Wijaya Karya (Wika) Bitumen di Kabupaten Buton. Menurut KBM Teknik UHO, karena proses hukum sudah masuk tahap penyidikan maka mestinya sudah ada tersangka yang ditahan.

BACA JUGA: Kasus Tambang Ilegal PT Wika Ditingkatkan ke Penyidikan

“Karena itu, sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam kasus ini, Direktur PT Wika Bitumen mestinya sudah harus ditangkap. Perusahaan ini telah melakukan kejahatan pertambangan dengan melakukan eksplorasi di luar IUP,” kata koordinator aksi, Ahmad Saleh.

Sementara itu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Teknik UHO, Rudi Wijaya, mengungkapkan, aksi yang dilakukan tersebut memang hanya melibatkan tidak banyak mahasiswa. Namun hal ini adalah prakondisi mengawal penyidikan kepolisian untuk menangkap direktur utama PT Wika Bitumen serta jajarannya yang terlibat dalam masalah ini.

Menurutnya, PT Wika Bitumen yang merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak sepatutnya melakukan eksploitasi yang tidak sesuai dengan IUP dan melanggar Undang-Undang Nomor 04 Tahun 2009 tentang Pertambangan mineral dan batubara.

Rudi Wijaya juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang terkesan tutup mata terhadap BUMN yang melakukan sejumlah pelanggaran di daerah. Mestinya, kata Rudi, PT Wika Bitumen sebagai anak perusahaan BUMN dapat mengawal nawacita Jokowi dalam hal pengelolaan sumber daya alam negeri ini.

BACA JUGA: Penyidik Periksa Petinggi PT Wika Bitumen

“Ini aneh, di tengah-tengah kegigihan Jokowi untuk mengelola sumber daya alam dengan baik di negeri ini, malah ada pihak-pihak yang melakukan eksploitasi dengan melanggar undang-undang. Kami menilai ada mafia dibalik kepemimpinan Jokowi-JK dalam hal sektor tambang. Kami akan mengawal kasus ini dengan menaruh harapan kepada Polda Sultra agar menuntaskan penyelidikan kasus ini,” pungkasnya.

Dalam aksi ini, mahasiswa melakukan pembakaran ban dan logo PT Wika Bitumen. Selain itu, mereka juga menggelar tabur bunga dengan maksud memberikan dukungan moril kepada Polda Sultra dalam hal ini Sub Direktorat IV Tindak Pidana Tertentu, yang sementara menangani perkara tersebut. Mereka juga meneriakkan yel-yel “Tangkap Mafia Tambang.”

Penulis: Kamarudin
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...