Direktur Koperasi Buton Bersinar, Rustam Zumura.
Direktur Koperasi Buton Bersinar, Rustam Zumura. (KABARKENDARI/EGI)

Kabarkendari.com – Setelah sepekan menjalani penahanan di ruang tahanan Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara, Direktur Koperasi Buton Bersinar, Rustam Zumura, yang sebelumnya ditetapkan tersangka kasus penambangan ilegal tanpa mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP), kini siap-siap dikirim ke Kejaksaan Tinggi Sultra.

Berkas berita acara pemeriksaan (BAP) Rustam Zumura sudah dilimpahkan ke jaksa penuntut umum di Kejati Sultra. Penyidik kepolisian mengirim berkas tahap I tersangka Rustam Zumura, dengan argumen BAP tersebut sudah lengkap tanpa kekurangan apapun. Pengiriman berkas tahap I ini dilakukan Senin 26 September 2016.

“Berkasnya sementara diteliti JPU. Kita tunggu saja keputusan JPU bagaimana. Tapi semoga tidak ada lagi kekurangan biar cepat P21 juga berkasnya,” tutur Kepala Sub Direktorat IV Tindak Pidana Tertentu, Ajun Komisaris Besar Polisi Hartono, Senin 26 September 2016 siang.

Menurutnya, saat ini pihaknya sementara melakukan pemeriksaan lanjutan dari keterangan Rustam Zumura. Diyakini Hartono akan ada tambahan tersangka dalam kasus itu. Pasalnya, Rustam Zumura tidak mungkin bertindak sendiri tanpa ada arahan atau masukan dari orang lain. Namun sayang, Hartono tidak menyebutkan siapa target operasi selanjutnya.

“Tunggu saja hasil pemeriksaannya. Kita juga masih mendalami kembali BAP pak Rustam Zumura. Kan berkasnya bisa displitkan, artinya satu-satu. Setelah berkas tersangka awal dikirim bisa kita kirim berkas lainnya,” tegas Hartono.

Ada beberapa pihak yang menyebutkan bahwa kasus Koperasi Buton Bersinar melibatkan pejabat Pemda Buton? Terkait hal ini Hartono belum bisa menyimpulkan secara pasti. Ketika ditanya apakah Kepala Teknik tambang atau KTT akan ditetapkan juga tersangka, Hartono lagi-lagi berkelit bahwa nanti ditunggu hasil pemeriksaan.

“Tunggu saja, silakan saja orang mau bilang ini ada keterlibatan pejabat atau tidak itu hak mereka. Yang pasti kita lakukan penyelidikan sesuai SOP yang ada. Kalau ada bukti kita tetapkan tersangka, kalau tidak tetap menjadi saksi saja,” jelasnya.

Penulis : Kamarudin
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...