wika bitumen
Ilustrasi Penambangan Ilegal. (KABARKENDARI/Hajar Syiddiq)

Kabarkendari.com – Penyidik Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara, akhirnya menaikkan status kasus dugaan penambangan ilegal yang dilakukan PT Wijaya Karya Bitumen, di Kabupaten Buton. Penyidik meningkatkan status kasus itu dari penyelidikan ke penyidikan.

Menurut Kepala Sub Direktorat IV Tindak Pidana Tertentu, Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Ajun Komisaris Besar Polisi Hartono, perubahan status kasus tersebut dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara Kamis 29 September 2016. Hasil gelar tersebut disimpulkan bahwa PT Wika Bitumen terbukti melakukan penambangan di luar wilayah IUP.

“Makanya dinaikkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan. Hasil gelarnya sudah disampaikan kepada pimpinan guna diberikan surat perintah untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan,” jelasnya.

BACA JUGA: Kasus Penambangan Ilegal PT. Wijaya Karya Bitumen

Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan paling lama pekan depan. Setelah itu, lanjut Hartono, penyidik akan melakukan peninjauan kembali lokasi pertambangan di Kabupaten Buton.

“Sesuai rencana pekan depan. Kalau tidak ada kendala, kita akan tinjau kembali lokasi PT Wika. Pemeriksaan saksi-saksi juga akan dilakukan pekan depan. Soal siapa yang akan diperiksa pertama saya belum bisa simpulkan saat ini. Kita tunggu nanti penyidiknya,” jelas Hartono.

Hanya saja, Hartono memastikan bakal ada tersangka baru dalam kasus ini berdasarkan keterangan saksi dan bukti-bukti yang telah dikumpulkan berupa aspal hasil penambangan. Sayangnya, Hartono belum membocorkan siapa tersangka selanjutnya dalam kasus ini.

Penulis : Kamarudin
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...