Ruksamin
Ruksamin. (FB)

Kabarkendari.com – Kasus dugaan korupsi yang diduga melibatkan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Konawe Utara, Ruksamin dan Raup, yang ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara, hingga kini tidak jelas penanganannya.

Sudah berbulan-bulan diselidiki namun belum ada juga progres yang membanggakan. Bahkan aromanya pun hilang perlahan-lahan, tertiup oleh kabar pengembalian uang Rp 300 juta yang dilakukan Ruksamin.

BACA JUGA: Soal Kasus SPPD Fiktif, Ruksamin Sudah Mengembalikan Rp 300 Juta

Kendati demikian, Humas Kejati Janes Mamangkei, tetap bersikukuh bahwa penyelidikan kasus tersebut terus berjalan. Sayangnya, Janes tidak memberikan keterangan secara detail sudah sejauh mana prosesnya, sudah berapa saksi yang diperiksa, dan siapa saja yang sudah diperiksa.

“Masih diselidiki dan masih berjalan,” singkat Janes.

Disinggung mengenai informasi bahwa Ruksamin sudah mengembalikan kerugian negara, Janes membatantah hal itu. Menurutnya, jika ada pengembalian kerugian negara pasti ada bukti pengembalian.

BACA JUGA: Kejati Sultra Selidiki Kasus Dugaan Korupsi Ruksamin dan Raup

“Kapan ada pengembalian uang? Kalau ada pasti ada buktinya. Lah, ini tidak ada sama sekali,” elaknya.

Untuk diketahui Ruksamin semasa menjabat sebagai Wakil Bupati Konut dilaporkan terlibat kasus SPPD fiktif. Sedangkan Raup saat menjadi Ketua DPRD Konut diduga terlibat kasus korupsi pada pembangunan sekolah madrasah di Kabupaten Konut. Keduanya dilaporkan di kejaksaan pada tahun 2015. Namun hingga saat ini penyelidikan tidak menunjukkan perkembangan.

Penulis: Kamarudin
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...