Ilustrasi Ilegal Loging
Ilustrasi. (KABARKENDARI/UNSPLASH)

Kabarkendari.com – Setelah beberapa bulan bolak-balik dari Polda Sultra dan Kejati, berkas tersangka kasus ilegal logging La Ode Falihi akhirnya dinyatakan lengkap dan siap untuk diajukan ke meja hijau atau meja persidangan di Pengadilan Negeri Kendari.

Menurut Kepala Sub Direktorat IV, Tindak Pidana Tertentu, Ajun Komisaris Besar Polisi Hartono, berkas La Ode Falihi dinyatakan P21, pihaknya juga sudah melakukan tahap II atau pengiriman berkas tersangka dan barang bukti ke Kejati Sultra.

“Sudah P21 sejak kemarin. Ini berdasarkan penyidik kepolisian yang berusaha melengkapi petunjuk jaksa. Memang agak lama karena kami dituntut untuk memeriksa penebang kayu dan pembawa kayu kepada La Ode Falihi,” jelasnya.

La Ode Falihi, kata Hartono, adalah pengusaha kayu yang tidak memiliki dokumen sah. Izin pengelolaan kayu tersangka tidak ada sehingga kayu-kayu tersebut dinyatakan ilegal. Selain itu, La Ode Falihi juga melakukan pengiriman kayu tanpa dokumen sah.

“Jadi dia pengumpul kayu, pada saat pengiriman kayu-kayu yang dibeli dari pembalak liar kami gagalkan. Kami periksa ternyata kayu-kayu itu tanpa dokumen,” jelasnya.

Untuk diketahui, pada tahun 2015 lalu, Tim Khusus Polda Sultra menangkap kayu La Ode Falihi sebanyak enam kontainer di Pelabuhan Baubau. Kayu itu berasal dari kawasan hutan lindung yang ada di Kabupaten Buton dan Kabupaten Muna.

Penulis : Kamarudin
Editor  : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...