ilustrasi suap
Ilustrasi. (KABARKENDARI/MUH. HAJAR SYIDDIQ)

Kabarkendari.com – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara mengungkapkan penyebab belum dilimpahkannya dua tersangka kasus suap CPNSD ke Kejaksaan Tinggi Sultra. Polisi beralasan belum dilakukannya tahap II pada tersangka Dr. Arman dan Syamsuriati karena kemauan Jaksa Penuntut Umum.

Penyidik Sub Direktorat III Tindak Pidana Korupsi Polda Sultra, melalui Kepala Subbid PID Polda Sultra, Komisaris Polisi Dolfi Kumaseh menjelaskan, sejak dinyatakan P21 beberapa bulan lalu, sebenarnya polisi telah siap melimpahkan Dr. Arman dan Syamsuriati. Namun jaksa, kata Dolfi, melarang untuk dilakukan tahap II atau pelimpahan tersangka sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

BACA JUGA: Sudah Dua Bulan P21, Tersangka Kasus Suap CPNSD Bombana Belum Dilimpahkan

“Alasan jaksa yang menangani perkara ini, dia masih sibuk menangani perkara korupsi yang lain. Makanya jaksa mengarahkan penyidik polisi untuk menahan pelimpahan atau tahap II tersangka Dr. Arman dan Syamsuriati. Jadi bukan kami yang tidak mau, tapi jaksanya yang arahkan untuk tidak dulu dilakukan tahap II,” jelas Dolfi, Selasa 11 Oktober 2016.

Polda Sultra memastikan kesiapan melakukan tahap II karena penyidikan kasus suap CPNSD Bombana jalur K1 dan K2 sudah selesai. Kasus ini menjerat lima orang tersangka. Polisi enggan disebut sebagai penyembunyi kasus.

“Terserah jaksa kalau hari jaksa mau ditahap II yah kita serahkan. Itu semua tergantung jaksa. Tidak dikirim tersangka dan barang bukti itu bukan karena kemauan polisi, melainkan kejaksaan. Sekarang tanya jaksa kenapa diarahkan untuk menahan dulu tahap II ini,” tutur Dolfi.

BACA JUGA: Polda Belum Bisa Selidiki Kasus Suap CPNSD Bombana, Ini Alasannya

Sebelumnya, JPU Kejati Sultra mengatakan pihak kepolisian yang menangani kasus ini belum melimpahkan kedua tersangka tersebut ke Kejati Sultra. Sejatinya, sejak dua bulan setelah dinyatakan P21, kasus ini telah masuk tahap dua atau penyerahan tersangka dan barang bukti untuk dilanjutkan ke tahap persidangan.

“Iya silakan tanya di kepolisian. Kami di sini sifatnya hanya menerima berkas, memeriksa berkas, sudah lengkap atau belum, lalu kita nyatakan P19 atau P21. Setelah itu, kalau sudah P21, tugas penyidik kepolisian melakukan tahap II. Tapi sampai saat ini untuk perkara Dr. Arman dan Syamsuriati tidak pernah tahap II. Yah kami tidak tahu,” kata Humas Kejati Sultra, Janes Mamangkei, beberapa waktu lalu Jumat 07 Oktober 2016.

Penulis: Kamarudin
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...