Sekolah Keberbakatan Olahraga SKO Sultra
Siswa SKO memperlihatkan sasaran latihan silat yang sudah rusak. (KABARKENDARI/Kasman)

Kabarkendari.com – Kepala Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Sulawesi Tenggara, Jabaruddin mengaku tidak tahu menahu perihal anggaran yang diterima sekolah tersebut selama dua tahun berjalan.

Jabar juga menampik adanya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2015 sebesar Rp 885 juta yang masuk ke SKO. Dalam anggaran tersebut terdapat beberapa program di antaranya anggaran tryout siswa dan anggaran mengikuti iven nasional.

“Nda ada anggaran begitu, SKO kan belum ada iven luar, baru kita mau anggarkan tahun depan. Anggaran itu kita rencanakan begitu karena ada kegiatan nasional yang diikuti siswa tapi tidak terealisasi dan kita akan usulkan lagi tahun depan,” tangkisnya, Rabu 19 Oktober 2016.

BACA JUGA: Diduga Korupsi, Kadis Dikbud Sultra Dilapor ke Jaksa

Jabar menambahkan, pada 2015 belum ada pengusulan perlengkapan peralatan olahra, sementara pada 2016 yang diadakan hanya sebatas peralatan seadanya yang dianggarkan melalui APBD.

Namun Jabar mengakui bahwa perlengkapan olahraga yang ada di SKO saat ini masih di bawah standar nasional. Perlengkapan tersebut bahkan tidak layak untuk iven. Perlengkapan yang ada hanya pantas digunakan untuk latihan.

“Kalau APBD 2015 belum ada pengusulan perlengkapan, nanti 2016 itu kita cuma penuhi apa adanya saja,” aku Jabar.

Mengenai guru yang malas sehingga mengakibatkan proses belajar mengajar tidak efektif karena tidak digaji, Jabar juga mengakuinya.

“Memang tidak ada gajinya, mereka hanya diberikan transpor sebesar Rp 100 ribu dalam setiap kali datang mengajar. Bukan kebijakan sekolah memang kita hitung sebesar begitu, hanya memberikan transpor saja,” tuntas Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Dikbud Sultra ini.

Penulis: La Ode Kasman
Editor : Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...