KLM Berkat Harapan Baru yang mengangkut ratusan kubik kayu ilegal untuk dikirim ke Pulau Jawa
KLM Berkat Harapan Baru yang mengangkut ratusan kubik kayu ilegal untuk dikirim ke Pulau Jawa. (KABARKENDARI/EGI)

Kabarkendari.com – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara kembali menetapkan status tersangka kasus ilegal loging kepada kapten kapal KLM Harapan Baru, Yuding. Sebelumnya, penyidik telah menetapkan status tersangka kepada pemilik kayu bernama Jainudin.

Kasubdit IV Tipiter Polda Sultra, AKBP Hartono mengatakan penetapan tersangka kepada Yunding didasarkan atas hasil pemeriksaan dan pengumpulan barang bukti.

“Ditetapkan tersangka karena keterlibatannya memuat kayu illegal. Kapten kapal menerima tawaran pemilik kayu untuk mengirim kayu ke Jawa walaupun tidak mempunyai dokumen resmi,” kata AKBP Hartono.

Hartono menjelaskan, Yunding dijerat Pasal 55 dan 56 KUHP Undang-Undang Kehutanan Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

“Kita lihat sebentar apakah akan ditahan atau tidak itu akan disimpulkan sama penyidik,” ujarnya.

Untuk saat ini, kata Hartono, pihaknya sementara mendalami kasus pembelian kayu dari Jainudin kepada penjual kayu. Namun untuk keterlibatan penjual kayu masih terus diselidiki.

“Jamaludin ini menjelaskan bahwa dia membeli kayu dari penampung kayu juga di Konut. Kayu itu juga terbukti berasal dari kawasan hutan. Nah ini kita selidiki apakah bisa jadi tersangka juga. Kemungkinan tambahan tersangka masih ada,” pungkasnya.

Saat ini kayu-kayu tersebut telah tiba di Kendari dan ditahan di Direktorat Polair Polda Sultra. Kayu tersebut akan dihitung kembali guna memastikan jumlah kubikasi kayu. Selain itu, beberapa kayu akan diambil sampel untuk proses lacak balak.

Kasus ini diungkap di Kabupaten Konawe Utara, Senin 13 Maret 2017. Kayu-kayu tersebut berada diatas kapal dan hendak dikirim ke Pulau Jawa. Jenis kayu adalah rimba campuran dengan jumlah sekira 200 kubik tanpa dokumen resmi.

Penulis: Kamarudin
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...