Ketua Bawaslu Sultra Hamiruddin Udu
Hamiruddin Udu. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Badan Pengawas Pemilu Sulawesi Tenggara mengingatkan seluruh pasangan calon agar tidak menggelar aktivitas kampanye di masa tenang, 12-14 Februari 2017 serta di hari H pemilihan.

Ketua Bawaslu Sultra, Hamiruddin Udu menegaskan, bila ada paslon yang terbukti menggelar kampanye di masa tenang, maka paslon akan dikenakan sanksi pidana.

“Masa tenang itu tidak ada lagi kampanye. Kita berikan ketenangan kepada pemilih untuk merenungkan siapa yang dipilih sesuai dengan kampanye 100 hari sebelumnya,” ungkap Hamiruddin, Minggu 12 Februari 2017.

“Kalau ada Paslon melakukan kampanye di masa tenang sama dengan kampanye di luar jadwal dan bisa kena pidana bagi Paslon. Selain itu secara administrasi harus ditegur oleh KPU,” tambahnya.

Model kampanye yang dimaksud Bawaslu, ungkap Hamiruddin adalah mendistribusikan alat peraga kampanye, memasang baliho, spanduk dan sejenisnya dan menggelar pertemuan.

“Menurut definisi PKPU, sosialisasikan paslon sudah masuk kampanye, distribusi APK dan stiker adalah bagian dari kampanye juga. Makanya, pada masa tenang, APK ditertibkan semua karena itu masuk materi kampanye,” katanya.

Dia berharap, seluruh Paslon yang bertarung di Pilkada 2017 di Sultra untuk patuh terhadap aturan ini. Biarkan lah masyarakat untuk berpikir kembali dan menenangkan diri sebelum memutuskan memilih.

“Jadi peserta Pilkada yang masih kampanye berarti tidak hargai pemilih,” ujarnya.

Selain larangan kampanye, Hamiruddin juga mengimbau agar di masa tenang ini tidak dilakukan intimidasi dan money politic untuk mempengaruhi pemilih.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...