kadishut bombana
Kadishut Bombana, Muh. Rukisah. (KABARKENDARI/ZUL IZAL)

Kabarkendari.com – Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Muh. Rukisah, mengaku, tidak tahu menahu lokasi titik koordinat wilayah eksploitasi tambang PT Anugrah Harisma Barakah di Kabaena. Sejak tahun 2012 lalu hingga saat ini. Muh. Rukisah tidak pernah meninjau lokasi PT AHB, walau lokasi eksploitasi perusahaan tambang ini dinyatakan sebagai kawasan hutan lindung.

Hal itu disampaikan Rukisah kepada kabarkendari.com, Jumat 26 Agustus 2016, usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK di Mapolda Sultra.

Menurutnya, pemeriksaan oleh KPK kepadanya terkait peta kawasan hutan yang dijadikan IUP PT AHB di Kabaena. Namun hal itu tidak diketahuinya karena penerbitan IUP PT AHB terjadi pada masa 2008 yang kala itu dijabat oleh pegawai sebelumnya. Untuk peninjauan lokasi PT AHB katanya harus melalui permintaan perusahaan sekalipun dia menjabat sebagai Kadishut.

“Saya tidak tahu. Saya juga tidak pernah kunjungi lahan PT AHB. Karena tidak ada permintaan dari perusahaan. Saya tahu bahwa lokasinya hutan lindung tapi saya belum kunjungi. Bukan saya melalaikan tugas tapi memang saya belum kunjungi,” tuturnya.

Ditanyakan apakah penerbitan IUP PT AHB itu turut melibatkan Dishut Kabupaten Bombana, Muh. Rukisah lagi-lagi mengaku tidak tahu. Karena IUP PT AHB sudah terbit sebelum dirinya menjabat.

Bahkan ia menyampaikan, dokumen tentang PT AHB tidak ada lagi di Kantor Dishut Bombana karena ruang penyimpanan berkas dan dokumen izin pertambangan di Kabupaten Bombana terbakar.

“Saya lupa waktu pastinya. Tapi yang pasti kantor kami pernah terbakar. Jadi, semua surat-surat hangus terbakar. Apakah ada atau tidak izin PT AHB di kantor saya tidak tahu juga,” jelasnya.

Rukisah diperiksa penyidik KPK sejak pukul 09.00 Wita. Ia hadir seorang diri tanpa didampingi pengacara atau orang lain. Sekitar pukul 17.00 Wita baru Muh. Rukisah keluar dari ruang pemeriksaan.

Penulis : Kamarudin
Editor   : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...