Tiga orang Aparatur Sipil Negara saat bertugas pada Upacara Peringatan Harkitnas beberapa waktu lalu di Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara. Dari 500 oknum Pegawai Negeri Sipil di Sultra yang diduga menggunakan ijazah palsu, kini tersisa 32 orang yang menunggu finalisasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. (KABARKENDARI/Suwarjono)
Tiga orang Aparatur Sipil Negara saat bertugas pada Upacara Peringatan Harkitnas beberapa waktu lalu di Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara. Dari 500 oknum Pegawai Negeri Sipil di Sultra yang diduga menggunakan ijazah palsu, kini tersisa 32 orang yang menunggu finalisasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.(KABARKENDARI/Suwarjono)

KabarKendari.com- Dari 500 oknum Pegawai Negeri Sipil di Sultra yang diduga menggunakan ijazah palsu, kini tersisa 32 orang yang menunggu finalisasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, Lukman Abunawas, mengatakan pihaknya baru sebatas mengumpulkan keterangan dan data terkait dugaan penggunaan ijazah palsu oknum PNS lingkup Pemprov Sultra.

“Setelah Agustus baru kita ekspose. Sebelumnya, kita indikasikan ada 500 orang. Tapi, sekarang tinggal 30-an,” katanya di Grand Clarion Hotel Kendari, Rabu 20 Juli 2016.

Baca juga : Nur Alam : Terbukti Gunakan Ijazah Palsu, PNS Dipecat

Sejauh ini, kata dia, tim sudah melakukan penelusuran para PNS yang diduga menggunakan ijazah palsu di tempat kuliahnya. Selain itu, mereka ikut mengecek legalitas perguruan tinggi tempat menimba ilmu. Termasuk kuliah jarak jauh.

“Bila terdapat oknum PNS yang terbukti menggunakan ijazah palsu, maka Pemprov Sultra tak ragu sanksi. Sanksi dapat berupa penurunan pangkat hingga pemecatan,” katanya.

Penulis: Temon
Editor : Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...