uang palsu kendari
Sahril tersangka pencetak uang palsu. (KABARKENDARI/EGI)

Kabarkendari.com – Baru saja melakukan jual beli online, seorang pemuda di Kota Kendari bukannya untung, malah mendapat buntung. Ia harus berurusan dengan polisi dan diancam tujuh tahun penjara.

Kejadian ini bermula ketika pada Senin 03 September 2016 kemarin, Sahril didesak sepupunya agar segera melunasi utang senilai Rp 1 juta. Tidak tahan teror tagihan utang, Sahril kelabakan.

BACA JUGA: Listrik Kendari Padam Bergilir, DPRD Sultra Sorot PLN

Pria ini nekat memilih jalan pintas dengan cara membuat uang palsu. Sahril mencetak uang palsu disebuah warung internet. Dalam tempo sekejap uang palsu pecahan Rp100 ribu sebanyak 10 lembar dikantongi.

Untuk menutupi kejahatannya, Sahril berencana menukar uang palsu itu dengan cara membeli telepon seluler milik seorang warga di Jalan Kali Wanggu kawasan Bay Pass, Kendari.

“Saya janjian dengan Ismi untuk membeli hp. Kami bertemu di Jalan Kali Wanggu, Bay Pass. Uang palsu itu saya langsung berikan dan saya langsung melarikan diri,” ujar Sahril sesaat setelah diamankan petugas.

Usai bertransaksi, Sahril segera melancarkan rencana kedua yakni menjual ponsel tersebut secara online. Apes, ia malah bertransaksi dengan kawan Ismi yang tak lain adalah korban pertamanya. Sahril kena jebakan.

“Saya ajak ketemu untuk jual hp. Tapi ternyata yang mau beli hp ini temannya Ismi. Disitulah saya ditangkap,” katanya tersipu malu.

BACA JUGA: Polda Sultra Amankan Seratus Botol Bom Siap Ledak

Sahril ditangkap petugas pada Selasa 04 Oktober 2016 pukul 10.00 Wita. Petugas menggiring Sahril ke Mapolres Kendari untuk diperiksa. Kepala Unit Reskrim Polres Kendari Inspektur Polisi Dua, Sakti, membenarkan hal itu.

“Laporan polisinya juga sudah kami buatkan, Sahril sudah ditetapkan tersangka dengan jeratan Pasal 363KUHP dan 378KUHP, ancaman hukumannya tujuh tahun penjara,” jelasnya.

Penulis: Kamarudin
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...