ilustrasi suap
Ilustrasi. (KABARKENDARI/MUH. HAJAR SYIDDIQ)

Kabarkendari.com – Sampai saat ini, dua tersangka kasus suap pada penerimaan CPNSD K1 dan K2 di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, yakni Dr. Arman dan Samsuriati belum juga dilimpahkan. Alasan Kepolisian Daerah Sultra, jaksa penuntut umum (JPU) yang menangani perkara ini masih sibuk.

Padahal sebelumnya jaksa sudah meminta polisi untuk segera melimpahkan Dr. Arman dan Samsuriati guna disidangkan secepatnya.

BACA JUGA: Kasus CPNSD Bombana Mandek

Penyidik Tidak Pidana Korupsi, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sultra yang dikonfirmasi melalui Kasubbid PID, Komisaris Polisi Dolfi Kumaseh, mengatakan, JPU yang menangani perkara ini sementara sibuk. Sehingga JPU meminta Polda agar menunda pelimpahan kedua tersangka sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

“Jadi kami dari kepolisian sudah mengkonfirmasi pada JPU. Sehingga kami diperintahkan untuk menunda tahap II. Alasannya, JPU sementara sibuk sekarang,” kata Dolfi melalui selulernya, Jumat 04 November 2016 siang.

Dolfi tidak ingin kepolisian disalahkan terkait belum dilimpahkannya tersangka kasus dugaan suap dalam penerimaan CPNSD Bombana K1 dan K2.

“Kalau jaksa tidak sibuk, kami siap kapan saja melimpahkan kedua tersangka. Tapi kan kita ini diarahkan untuk menunda, jadi kita lakukan penundaan itu. Ini bukan apa-apa dan hal biasa. Karena JPU sibuk saja sehingga belum dilimpahkan,” jelasnya.

Berkembang rumor bahwa kasus ini sengaja dibiarkan berlarut-larut karena jika dilanjutkan maka akan menyeret orang-orang penting di Bombana.

Hal ini bukan tanpa alasan, Dr Arman dan Samsuriati ditetapkan tersangka karena terlibat menjadi kurir atau orang yang mengambil uang dan mengumpulkan uang dari para CPNSD melalui Tafdil dan Andi Firman untuk diberikan kepada tersangka Muhammad Ridwan guna keperluan lobi-lobi kuota CPNSD di Jakarta.

BACA JUGA: Sudah Dua Bulan P21, Tersangka Kasus Suap CPNSD Bombana Belum Dilimpahkan

Sehingga Polda dan Kejati Sultra yang mengulur-ulur kasus ini dianggap sebagai kesengajaan untuk menutupi kasus Tafdil dan Andi Firmasi. Akan tetapi, terkait informasi ini Dolfi belum bisa memberikan komentar.

“Kalau dibutuhkan yah kita limpahkan. Kita akan limpahkan jika jaksa sudah meminta dan tidak sibuk lagi,” jelasnya.

Penulis: Kamarudin
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...