usman rianse
Rektor Universitas Halu Oleo atau UHO Kendari, Profesor Usman Rianse. (KABARKENDARI/KASMAN)

Kabarkendari.com – Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi masih berada di Universitas Halu Oleo Kendari dalam rangka melakukan verifikasi anggota senat yang dilaporkan “ilegal”.

Belum selesainya persoalan keabsahan sejumlah anggota senat, mengakibatkan pemilihan Rektor UHO terkatung-katung tanpa kejelasan jadwal. Padahal, jabatan Profesor Usman Rianse selaku Rektor UHO Kendari berakhir pada 23 November 2016, atau tersisa 12 hari lagi bila dihutung pada Jumat 11 November.

Ketua Panitia Pilrek UHO Kendari, Profesor Hilaluddin Hanafi mengatakan, sudah ada mekanisme yang diatur, jika sampai berakhirnya masa jabatan rektor belum juga ada rektor terpilih, Kemristekdikti bisa mengambil keputusan apakah mengangkat pelaksana tugas atau memperpanjang jabatan Profesor Usman maksimum satu tahun.

“Semua itu tergantung keputusan menteri. Bisa jadi ada pelaksana tugas, bisa jadi juga jabatan rektor diperpanjang. Kemungkin jadwal pelaksanaan pilrek akan ada setelah inspektorat kembali ke Jakarta,” katanya.

BACA JUGA: Usman Rianse: Jabatan Saya Sebagai Rektor UHO Bisa Saja Diperpanjang

“Adanya kritik dan protes dari pihak-pihak tertentu berakhir pada penundaan, namun itu bagian dari perbaikan untuk mendapapatkan hasil yang lebih baik. Kita berpikir positif saja adanya penundaan ini,” pungkasnya.

“Sampai hari ini inspektorat masih bekerja melakukan verifikasi di UHO. Belum ditahu sampai berapa lama, tapi biasanya verifikasi ini dilakukan satu minggu,” kata Ketua Profesor Hilaluddin Hanafi.

Wakil Rektor II UHO Kendari ini mengatakan sampai hari ini pihaknya masih tetap menunggu jadwal pilrek dari Kemristekdikti. Profesor Hilal mengaku, belum bisa memastikan kapan pilrek akan dilaksanakan.

Penulis: La Ode Kasman
Editor : Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...