Ilustrasi Pengapalan PT Tristaco
Ilustrasi. (INT)

Kabarkendari.com – Direktur PT Tristaco, Fery, mengakui dokumen izin operasional pelabuhan mereka di Desa Morombo Kecamatan Lasolo Kabupaten Konawe Utara, belum ditandatangani Kementerian Kelautan dan Perikanan. Namun ia memastikan bahwa tidak ada yang ilegal dalam aktifitas pertambangan yang dilakukan perusahannya.

Ia juga mengklaim Dinas Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Tenggara, Dinas Perhubungan Sultra termasuk Kepolisian Daerah Sultra mengakui dokumen jetty mereka di Konawe Utara.

“Jetty kami resmi, semuanya punya dokumen. Kami kemarin bermohon pembuatan izin di kementerian alhamdulilah sudah siap ditanda tangani. Tetapi ini bukan berarti kami tidak mempunyai dokumen, izin operasional jetty ada dan diterbitkan oleh Syahbandar Konawe Utara berdasarkan surat edaran pemerintah,” kata Fery sambil memperlihatkan dokumennya, kepada Kabarkendari.com, Jumat 3 Maret 2017.

Surat rekomendasi pengoperasian jetty PT Tristaco disebutkan telah dikeluarkan oleh Kepala Syahbandar Langara, Abdullah. Fery juga yakin sebentar lagi surat izin mereka segera di teken Mentri Kelautan dan Perikanan.

“Lihat nih mas, memang belum ditanda tangani sih, tapi semuanya sudah di acc mulai dari ESDM dan Biro Hukum. Izin kami sudah siap terbit saja. Tetapi ini bukan berarti ilegal yah. Izin operasional kami ada dan ditanda tangani oleh syahbandar. Pemerintah mengakui kok kami,” jelasnya lagi.

Beberapa hari lalu Polda Sultra menyatakan akan melakukan penyelidikan terkait aktifitas PT Tristaco, sebuah perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Desa Morombo, Kecamatan Lasolo, Konawe Utara. PT Tristaco diduga telah melakukan pengapalan ore nikel secara illegal. Pasalnya, pelabuhan yang digunakan belum mendapatkan legalitas dari Kementerian Perikanan dan Kelautan.

“Kami akan turun cek kesana. Nanti setelah semua dokumennya kami temukan,” kata Kasubbid PID Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh, Kamis 2 Februari 2017.

Penulis: Kamarudin
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...