Assalamualaikum. Ustadz mau bertanya tentang zakat fitrah. Di wilayah tempat tinggal kami, sering membayar zakat pakai uang, apakah di dalam islam dibolehkan atau tidak. Mohon penjelasannya ustaz.

Wa’alaikumussalaam warahmatullaah. Zakat fithr atau lebih familiar dikenal dengan zakat fitrah menurut pendapat terkuat dari para ulama adalah dengan makanan pokok. berdasarkan hadits dari shahabat Abdullah bin Umar:

“Nabi Muhammad Shallallaahu’alaihi Wasallam mewajibkan zakat fithr satu sha’ dari kurma atau gandum kepada hamba sahaya dan merdeka, lelaki & wanita, anak kecil dan dewasa dari umat islam” HR Bukhari – Muslim.

Hadits diatas menegaskan bahwa zakat fithr itu dengan makanan pokok bukan dengan nominal. Alasan lainnya, sembilan kali nabi bertemu ramadan tapi tidak pernah sekali pun beliau contohkan berzakat dengan nominal, padahal di zaman beliau sudah ada mata uang (emas dan perak).

imam Malik bin Anas: “andai dalam perbuatan itu ada nilai kebaikannya, pasti para shahabat pernah mendahului dalam pelaksanaannya”

Solusinya, para amil zakat dapat menerima amanah zakat fithr berupa uang tapi untuk dibelikan beras dan didistribusikan pada fakir miskin berupa beras bukan uang, sebagai usaha menerapkan sunnah nabi.

mungkin ada yang berargumen “orang miskinnya lebih butuh uang atau sudah punya beras” maka kita katakan: “untuk uang dapat diambil dari zakat maal dan bila mereka telah punya beras maka itu menjadi sarana memupuk jiwa berbisnis orang miskin untuk berjualan beras (bila memang mereka dapat beras banyak).

Hanya Allah yang memberi taufik. Wallaahua’lam.

Facebook Comments
loading...