Adhyanti.

Oleh: Adhyanti, S. Gz
(Formatur Ikatan Sarjana Gizi Indonesia (ISAGI) Sulawesi Tenggara)

Adalah bukan kali pertama kasus beredarnya makanan kadaluarsa hingga mengancam nyawa manusia terjadi di Sulawesi Tenggara. Sebelum heboh anak Sekretaris Daerah (Sekda) yang keracunan (9/4) kemarin akibat diduga meminum susu kemasan kadaluarsa dari Hypermart Lippo Plaza, juga pernah ada kasus keracunan sekeluarga akibat mengkonsumsi bumbu kemasan kadaluarsa yang terjadi di Kabupaten Muna Barat tahun 2016 lalu. Ini seperti terjatuh pada kesalahan sama yang berulang. Apa yang sedang terjadi?

Dalam rantai produksi, ditribusi hingga sampai pada konsumen suatu produk sejatinya telah melewati pengawasan dan kontrol kualitas (quality control). Jika terjadi kasus terpajangnya, bahkan hingga terkonsumsinya suatu produk makanan kemasan maka artinya terdapat kelemahan atau kelalaian dalam proses kontrol kualitas tersebut. Kontrol kualitas dapat bersumber dari internal perusahaan maupun dari pihak luar. Terkait dengan keamanan produk pangan, maka secara internal dilakukan oleh tenaga HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) dan secara eksternal dapat diawasi oleh BPOM dan Kementerian Perdagangan jika telah beredar dan diperdagangakan.

Salah satu bagian penting dari pengawasan dan kontrol kualitas pangan berkemasan adalah terkait kemasan pangan itu sendiri. Kemasan yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat tertentu seperti terbuat dari bahan yang tidak mudah bereaksi dengan makanan dan mencantumkan informasi nilai gizi dan yang terpenting adalah tanggal kadaluarsa (expired date atau best before). Tanggal kadaluarsa memberikan informasi agar makanan kemasan tersebut dikonsumsi sebelum tanggal tercantum pada kemasan yang dimaksud. Apabila dikonsumsi maka dapat menyebabkan keracunan.

Keracunan makanan kemasan kadaluarsa terjadi akibat masa simpan makanan kemasan telah terlewati (expired). Makanan tersebut telah mengalami perubahan fisik dan kimia sehingga tidak aman lagi dikonsumsi dan membahayakan kesehatan. Makanan yang telah lewat tanggal kadaluarsanya akan memiliki aroma, tekstur, dan cita rasa yang berbeda dari biasanya akibat reaksi kimia yang terjadi. Bahkan pada beberapa makanan dan minuman kemasan tertentu dapat terlihat secara kasat mata ditumbuhi jamur maupun cendawan. Makanan seperti ini apabila tetap dikonsumsi dapat menyebabkan keracunan bahkan kematian.

Pengawasan dan Mawas Diri
Beberapa hasil evaluasi terhadap kasus-kasus keracunan makanan kemasan masih sering terjadi diakibatkan oleh masih lemahnya pengawasan dan penegakan hukum. Keterbatasan BPOM dan dinas terkait serta kurangnya perhatian serius dari perusahaan, pedagang turut menjadi penyebab kasus keracunan makanan kemasan terus terjadi.

Beberapa perusahaan, pengusaha, pedagang mungkin masih dengan secara senagaja menjual dan memperdagangkan pangan kadaluarsa. Padahal dalam UU No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen telah dinyatakan bahwa makanan kemasan kadaluarsa sebagai bahan berbahaya, dilarang diperdagangkan dan harus dimusnahkan. Pelanggaran terhadap UU ini dapat dipidana dan denda, namun pada kenyataannya masih banyak pengusaha/pedagang yang tidak tersentuh hukum apabila terjadi kasus keracunan akibat kelalaian mereka.

Selain penegakan hukum, pengawasan pihak terkait seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) di tingkat provinsi dan Kabupaten perlu secara periodik selalu melakukan pengawasan aktif, sweeping, maupun inspeksi mendadak pada semua produk pangan kemasan yang beredar. Jika ditemukan pangan kadaluarsa, maka tidak boleh cukup dan terhenti pada penyitaan pula, namun perlu penindakan hukum terutama pada pedagang dan pengusaha nakal.

Peran serta masyarakat luas sendiri dalam mejaga dan mawas diri juga penting dan paling ampuh agar terhindar dari bahaya pangan kadaluarsa. Membiasakan diri selalu membaca kemasan makanan (memperhatikan tanggal kadaluarsa/expired date/best before, informasi nilai gizi) sebelum mengkonsumsi nya adalah jalan keselamatan dan hidup sehat.

Iqra ! Bacalah kemasan makanan anda.

Facebook Comments
loading...