Lukman Abunawas
Lukman Abunawas.

Kabarkendari.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus melakukan verifikasi atas indikasi penggunaan ijazah palsu pada seluruh satuan kerja perangkat daerah atau SKPD. Ijazah palsu digunakan untuk kepentingan jabatan.

Dari 500 lebih pegawai negeri sipil atau PNS yang terindikasi, pemprov menemukan 27 PNS yang dipastikan menggunakan ijazah palsu. Dari jumlah itu, terbanyak ada di Dinas Kesehatan Sultra.

“Ijazah palsu sementara diproses. Dari 500 orang mengerucut jadi 27 orang. Pemilik ijazah palsu banyak dari Dinkes,” ungkap Sekretaris Provinsi Sultra, Lukman Abunawas, saat ditemui dalam sebuah acara usai menghadiri di salah satu hotel di Kendari, Jumat 12 Agustus 2016.

Tanpa merinci jumlah, Lukman mengaku, kepada 27 PNS yang menggunakan ijazah palsu itu sudah pasti akan menerima sanksi, tapi tidak sampai pada pemecatan. Mereka hanya dikenakan sanksi administrasi, yakni, penurunan pangkat dan penundaan kenaikan pangkat.

Dia memastikan, sanksi pidana tidak akan diberikan kepada mereka karena sanksi penurunan pangkat sudah tergolong berat. Apa lagi ada juga penundaan kenaikan pangkat.

Penulis: Kasman
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...