Ilustrasi Ilegal Loging
Ilustrasi. (KABARKENDARI/UNSPLASH)

Kabarkendari.com – Setelah berbulan-bulan mandek di Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara dan Kejaksaan Tinggi, tersangka kasus illegal logging asal Kabupaten Muna bernama La Ode Falihi akhirnya akan segera diadili di Pengadilan Negeri Muna.

BACA JUGA: Polda Dituding “Mainkan” Kasus Illegal Logging Mantan Anggota DPRD Butur

Berkas berita acara pemeriksaan (BAP) tersangka sudah dinyatakan P21 atau lengkap oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejati Sultra. Saat ini tinggal menunggu tahap II dari kepolisian.

Kasubbid PID Polda Sultra Komisaris Polisi Dolfi Kumaseh mengungkapkan, pelimpahan tersangka dan barang bukti baru akan dilakukan pekan depan. Pihaknya masih akan memanggil tersangka La Ode Falihi untuk diperiksa kembali. Dolfi juga menjelaskan, pihaknya akan berkoordinasi juga dengan JPU terkait status tersangka.

“Statusnya tersangka. Soal apakah kita akan tahan atau tidak, masih kita koordinasikan. Kita akan periksa kembali lagi. Paling lambat pekan depan,” jelasnya.

La Ode Falihi ditetapkan tersangka tahun 2015 lalu, setelah ditangkap karena menguasai atau menjadi pengusaha kayu ilegal tanpa dokumen. Kasus ini terungkap setelah Polda Sultra menangkap beberapa truk kayu dan enam kontainer kayu di Kota Baubau.

Dalam prosesnya, penahanan La Ode Falihi ditangguhkan, kemudian berkasnya bolak balik di Polda dan Kejati. Namun setelah pemeriksaan lanjutan dan pengumpulan barang bukti berkas BAP La Ode Falihi dinyatakan lengkap November 2016 ini.

“Waktu itu ada kekurangan berkas makanya bolak balik. Tapi kami terus memenuhi permintaan jaksa maka berkas ini dinyatakan P21. Masa penahanan tidak terhitung karena kan ditangguhkan. Jadi kalau ditahan itu menjadi kewenangan jaksa sekarang,” pungkas Dolfi.

Kasus La Ode Falihi ini sempat memancing reaksi publik khususnya di Muna. Pasalnya La Ode Falihi merupakan pengusaha kayu ternama di Muna, Buton dan Bau-Bau. Hadirnya Polda Sultra yang menangkap La Ode Falihi langsung melunturkan ketenaran La Ode Falihi.

Dalam kasus ini juga sempat membuat jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muna tercengang. Pasalnya muncul nama oknum anggota DPRD Muna bernama La Ode Muh Yusuf yang tidak lain adik dari La Ode Falihi. Munculnya La Ode Muh Yusuf berkaitan dengan faktur angkutan kayu olahan (FAKO) yang digunakan La Ode Falihi.

BACA JUGA: Kasus Illegal Logging La Ode Falihi Siap ke Meja Hijau

Fako itu ditandatangani oleh La Ode Muh. Yusuf. JPU juga sempat meminta polda untuk menghadirkan La Ode Muh. Yusuf namun sampai dinyatakan P2,1 La Ode Muh Yusuf tidak juga dihadirkan. Alasannya tim pencari yang dibentuk Polda Sultra tidak bisa menghadirkan La Ode Muh Yusuf.

“Makanya kami kesampingkan saksi itu. Alhamdulilah P21 juga. Kami yakin tetap dihukum dengan fakta yang kami sampaikan ke JPU,” jelasnya.

Penulis: Kamarudin
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...