Hidayatullah
Ketua KPU Sultra,Hidayatullah Dalam Sebuah Acara di Kendari. (KABARKENDARI/Pandi)

Kabarkendari.com – Ketua Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Tenggara, KPU Sultra, Hidayatullah, meminta Kepala Kejaksaan Negeri Konawe Selatan agar tidak tergesa-gesa dalam menangani kasus dugaan korupsi danah hibah yang menerpa lima KPU Konawe Selatan.

Menurut Hidayatullah, pihak kejaksaan seharusnya menunggu hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, BPKP Perwakilan Sulawesi Tenggara. Jika ada kerugian Negara kata Hidayatullah maka masih bisa dilakukan langkah pengembalian kerugian Negara dari para anggotanya.

“Kan belum ada hasil audit. Kalaupun juga hasil auditnya ada kerugian Negara maka langkah pertama mengembalikan kerugian Negara. Tidak langsung mau mentersangkakan seseorang,” katanya.

Argumen ini, kata pria yang akrab disapa Dayat ini, bukan berarti KPU tidak mendukung program pemberantasan korupsi dari penegakan hukum. Ia bersama anggotanya sangat menjunjung tinggi norma hukum dan pemberantasan korupsi.

“Kita sangat mendukung program pemberantasan korupsi. Namun harus dilihat juga bahwa kita KPU baru saja menyelenggarakan tahapan pemilu dengan baik. Maka saya pikir jika dipidanakan bukan langkah yang bijak,” tuturnya.

Akan tetapi jika komisioner KPU yang dengan susah payah menyelenggarakan proses pemilukada dengan baik, lantas diakhir penyelenggaraan harus ada yang terjerat hukum,menurut Dayat hal itu tidak bijaksana. Kalaupun dalam proses pengembalian uang Negara tidak dilakukan oleh lima komisioner KPU Konawe Selatan, maka bisa saja diproses secara hukum.

“Kami juga ada tim audit dari inspektorat internal. Kalau memang tidak kembalikan kerugian Negara maka silakan ikuti proses hukum yang berlaku,” pintanya.

Saat ini lima komisioner KPU Kabupaten Konawe Selatan, mulai dari Jabal Nur, Sutamin Rembasa, Nuzul Qadri, Yusran dan Aswan sementara dibidik Kejaksaan Negeri Konawe Selatan untuk jadi tersangka kasus dugaan penyelewengan anggaran. Kasus ini sudah naik ketahap penyidikan dalam arti dua alat bukti telah ditemukan.

Saat ini penyidik kejaksaan masih menunggu hasil audit dari BPKP Sulawesi Tenggara, jika ditemukan kerugian Negara maka secepatnya dilakukan gelar perkara penentuan tersangka.

Penulis : Egi
Editor : Zainal A. Ishaq

Simpan

Facebook Comments
loading...