Ketua Bawaslu Sultra Hamiruddin Udu
Hamiruddin Udu. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Ketua Bawaslu Sultra Hamiruddin Udu mengungkap hasil pleno mereka perihal laporan dugaan suap Pilkada 2017 yang diduga melibatkan dua anggota KPU Kota Kendari berinisial HI dan AWD serta seorang staff KPU Kota Kendari.

“Rekomendasi Bawaslu ke DKPP,
1. mengumumkan status laporan di papan pengumuman Bawaslu Sultra
2. merekomendasikan terlapor I, terlapor III, dan terlapor IV untk diperiksa lebih lanjut sesuai peraturan perundang-undangan,” ungkap Hamiruddin Udu melalui pesan WhatsUpp, ┬áRabu 1 Maret 2017.

Dari hasil klasifikasi, jelas Hamiruddin, penyuapan tidak ada bukti yang menguatkan laporan pelapor. Tapi dari keterangan saksi dan rekaman, ada komisioner KPU dan staf honorer KPU yang pernah bertemu dengan tim paslon.

“Walau pun tim paslon yang berhubungan dengan mereka adalah tim paslon yang berbeda,” Paparnya.

Pertemuan itu, lanjut dia, ada yang dilakukan di hotel dan ada yg dilakukan di rumah jabatan.

“Staff honorer KPU melakukan pertemuan dengan tim paslon tertentu di salah satu hotel,” katanya.

Pada sisi lain, tambah dia, terungkap pula ada pertemuan beberapa komisioner KPU di salah satu rujab, tanpa sepengetahuan komisioner lainnya atau diluar kebiasaan yang sering terjadi di KPU.

“Kalau terlapor lainnya tdk cukup bukti,” tuturnya.

Sebelumnya, tiga anggota KPU Kota Kendari dilaporkan ke Bawaslu Sultra karena diduga terlibat dugaan suap Pilkada oleh salah satu paslon. Ketiganya adalah HI, AWD dan ZA. Namun, setelah dikumpulkan keterangan dan diklarifikasi, ZA dinyatakan tidak terbukti melakukan tindakan yang melanggar etik.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...